Home / Bisnis / Gubernur NTT Sidak Harga Daging Sapi dan Bawang di Pasar Oeba

Gubernur NTT Sidak Harga Daging Sapi dan Bawang di Pasar Oeba

Gubernur NTT Frans Lebu Raya. Foto: Gamaliel Amalo
Gubernur NTT Frans Lebu Raya. Foto: Gamaliel Amalo

Bagikan Halaman ini

Share Button

Kupang—Gubernur NTT Frans Lebu Raya bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) memantau perkembangan harga bahan kebutuhan pokok di Pasar Oeba, Kelurahan Fatubesi, Kota Kupang, Rabu (8/6/2016).

Pantauan tersebut guna mengecek perkembangan harga bahan kebutuhan pokok selama ramadan sampai Idul Fitri, terutama harga daging sapi yang melonjak tajam di berbagai daerah.

“Sesuai pantauan harga daging sapi masih berkisar Rp80.000-Rp90.000 per kilogram, dan kita berhasil pertahankan harga daging sapi Rp85.000 per kilogram sesuai permintaan presiden,” kata Frans kepada wartawan.

Sedangkan harga bawang putih malah turun dari Rp45.000 per kg menjadi Rp40.000 per kg. Sedangkan bawang putih masih dijual dengan harga Rp50.000 per kg.

Baca Juga :  Harga Ikan Segar di Kupang Naik 100 Persen

Ia mengatakan harga bahan kebutuhan pokok lainnya juga melonjak namun tidak naik secara signifikan. Selain itu penaikan harga bahan kebutuhan pokok bukan akibat kelangkaan, melainkan pasokan ke pasar tidak lancar.
“Kenaikan harga karena kendala pasokan sehingga kita harus menjaga suplai,” ujarnya.

Menurut gubernur pemantauan terhadap harga daging sapi tetap dilakukan sehingga bila terjadi peningkatan permintaan daging sapi, akan dilakukan penambahan pasokan sapi ke rumah potong hewan (RPH).

Frans optimistis harga daging sapi di NTT tidak akan melonjak tajam seperti terjadi di daerah lain. ‘Kita jaga suplai (daging sapi) tetap tersedia. Saya tanya tukang ikan, kamu jual ikan makan ikan atau daging, dan mereka jawab makan ikan,” ujarnya.

Baca Juga :  Frans Lebu Raya: NTT Berhak atas Bagian di Blok Migas Masela

Menurutnya tidak ada sanksi terhadap warga menaikan harga bahan kebutuhan pokok. “Ini hukum pasar dan di momen seperti ini harga pasti naik, tetapi kita mengharapkan harga naik jangan sampai mencekik supaya orang merayakan hari raya dalam keadaan yang tenang. Itu kan pahala, “ujarnya. (rr)

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda