Home / Daerah / Gubernur NTT Segera Tuntaskan Persoalan Warga Eks Timtim

Gubernur NTT Segera Tuntaskan Persoalan Warga Eks Timtim

Gubernur NTT Viktor Laiskodat/Foto: lintasntt.com
Gubernur NTT Viktor Laiskodat/Foto: lintasntt.com

Bagikan Halaman ini

Share Button

Kupang–Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Laiskodat menegaskan persoalan puluhan ribu eks pengungsi Timtim di daerah itu tuntas di masa kepemimpinannya.

Penegasan Laiskodat disampaikan saat pertemuan bersama jajaran pengurus Uni Timor Aswa’in (Untas), wadah yang memayungi eks pengungsi Timtim sejak eksodus pada 1999.

“Gubernur bilang ngapain berteriak ke Jakarta (pemerintah pusat), jaraknya terlalu jauh. Kalau mau kerja ayo mari kita kerja, mau jadi petani atau peternak sapi,” kata Ketua Umum Untas Eurico Gutteres kepada wartawan di Kupang, Rabu (5/12/2018).

Eurico menyebutkan selama 20 tahun terakhir, persoalan eks pengungsi Timtim tidak pernah tuntas. Bahkan gubernur NTT sebelumnya tidak pernah menawarkan solusi terbaik karena menganggap sebagai persoalan pemerintah pusat. “Justru jawaban gubernur NTT saat ini berbeda. Gubernur merubah cara berpikir eks pengungsi dan kami setuju dengan jawaban seperti itu,” ujarnya.

Baca Juga :  Sekolah di Sikka Diduga Diserang Ketapel Kelereng

Menurutnya kondisi eks pengungsi rata-rata tidak layak huni dan berdiri di atas tanah yang masih bermasalah, serta rumah yang dihuni tersebut bukan menjadi hak milik.

Selain itu masih banyak di antara mereka bertahan di kamp pengungsian yang ditempati sejak puluhan tahun seperti di Tuapukan dan Noelbaki di Kabupaten Kupang dan Haliwen Kabupaten Belu. Angka putus sekolah tinggi dan rentan terhadap berbagai penyakit menular.

Terkait masalah rumah, Gubernur Viktor Laiskodat mengatakan pembangunan rumah, dan lahan garapan bagi eks pengungsi akan dilakukan secara bertahap sama seperti yang dilakukan untuk warga lokal. Dia juga minta sebutan warga ‘Eks Pengungsi Timtim’ segera dihilangkan. Dalam pertemuan tersebut Laiskodat minta warga eks Timtim berhenti minta bantuan kepada pemerintah pusat, tetapi mulai fokus bekerja.

Baca Juga :  Calon Anggota DPD Martinus Siki Optimistis Menang

Jika persoalan terjadi NTT, harus diselesaikan oleh pemerintah daerah. “Kalau ada yang kurang baru kita minta ke pusat, jangan seluruhnya berharap ke pusat,” kata Laiskodat. Selain itu, selama satu tahun terakhir, kredit usaha rakyat (KUR) yang disiapkan perbankan di daerah itu mencapai Rp3 triliun, namun tidak dimanfaatkan maksimal oleh masyarakat. (mi)

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda