Home / Nasional / Gubernur NTT Minta Dana Desa Dipakai untuk Renovasi Rumah

Gubernur NTT Minta Dana Desa Dipakai untuk Renovasi Rumah

Rumah Tidak Layak Huni
Rumah Tidak Layak Huni

Bagikan Halaman ini

Share Button

Kupang–Gubernur NTT Frans Lebu Raya minta dana desa tidak hanya dimanfaatkan untuk pembangunan infrastruktur perdesaan, tetapi juga digunakan mendanai renovasi rumah penduduk.

Permintaan gubernur tersebut akan disampaikan lewat surat kepada Menteri PUPR dengan temusan kepada Presiden Joko Widodo.

Sampai Juni 2016, masih ada 190.960 rumah tidak layak huni (RTLH) di seluruh kabupaten di NTT yang butuh renovasi. angka itu merupakan bagian dari 3,4 juta rumah tidak layak huni di Indonesia.

Gubernur Frans Lebu Raya menyampaikan hal itu saat menanggapi anjuran Bupati dan Wakil Bupati yang menghadiri Rapat Kelompok Kerja Perumahan dan Kawasan Pemukiman dengan para bupati dan wali kota dan pimpinan DPRD di Kupang, Selasa (7/6).

Baca Juga :  Tiongkok Berupaya Caplok Natuna yang Kandung Gas Rp6.000 Triliun

Menurutnya, Pemporv NTT telah menjalankan program Desa Mandiri Anggur Merah dan Program Pemugaran Perumahan dan Lingkungan Desa Terpadu (P2LDT) dengan anggarn sebesar Rp50 juta untuk lima rumah. “Filosofi dari program ini adalah semangat gotong royong dan partisipasi aktif dari para penerima sehingga masyarakat juga terlibat dalam semangat pemberdayaan,” jelas Gubernur.

Untuk masyarakat perdesaan. rumah layak huni berukuran 7 m2 x 9 m2, setengah tembok, beratap seng dengan dinding dari bebak atau bambu serta berlantai semen.

Anggaran yang dibutuhkan untuk membangun rumah tipe tersebut sekitar Rp. 30-40 juta. Satker Perumahan Dinas PU NTT tahun ini menjadwalkan melakukan renovasi 2.000 unit rumah dengan dana stimulan Rp15 juta per rumah. (saul kapitan)

Baca Juga :  Musim Tanam Tiba, Petani Kupang Sulit Dapatkan Pupuk

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda