Home / Dunia / Gubernur NTT Berterima Kasih Atas Pembebasan 3 Sandera

Gubernur NTT Berterima Kasih Atas Pembebasan 3 Sandera

Tiga Sandera Asal NTT Dibebaskan di Filipina/Foto: AP
Tiga Sandera Asal NTT Dibebaskan di Filipina/Foto: AP

Bagikan Halaman ini

Share Button

Kupang–Gubernur NTT Frans Lebu Raya berterima kasih atas pembebasan tiga sandera WNI asal Flores dari tangan Abu Sayyaf.

“Saya mengapresiasi upaya maksimal yang dilakukan pemerintah dalam pembebasan sandera asal Flores, ” kata Frans kepada wartawan di Kupang, Senin (19/9).

Gubernur berharap tiga sandera bisa segera dipulangkan dan berkumpul bersama keluarga meraka.

Seperti diketahui, tiga warga NTT tersebut disandera sejak 9 Juli 2016, dibebaskan di sebuah desa di Provinsi Sulu, Filipina pada Sabtu (17/9) seperti disampaikan Juru bicara Komando Mindanao Barat Mayor Filemon Tan Jr.

“Mereka ialah Lorens Koten, Theodurus Kopong, dan Emmanuel Arakin, yang kini dalam kondisi aman,” kata Tan.

Menurut Tan, ketiga WNI tersebut diculik di Lahad Datu, Sabah, kemudian dibawa ke Sulu sebagai sandera kelompok Abu Sayyaf. Ketiga WNI itu selanjutnya diserahkan Komandan Joint Task Force Sulu Brigjen Arnel de la Vega kepada pihak berwenang Indonesia.

Baca Juga :  Viktor Laiskodat Turut dalam Pembebasan 10 WNI dari Abu Sayyaf

Juru bicara Moro Na­tional Liberation Front (MNLF) Samsula Adju menambahkan, ketiga sandera sempat bermalam di Kota Indanan di bawah koordinasi poli­tikus Filipina Nur Misuari.

“Kelompok Abu Sayyaf menyerahkan mereka kepada MNLF,” ujar Samsula Adju, kemarin.

Guru besar di salah satu universitas di Sulu, Octa vio Dinampo, mengatakan pembebasan tersebut dilakukan setelah Abu Sayyaf menerima tebusan. “Saya dengar 30 juta peso (sekitar Rp8,2 miliar) telah dibayarkan kepada Abu Sayyaf.”

Sehari sebelumnya kelompok Abu Sayyaf juga telah membebaskan seorang sandera asal Norwegia, Kjartan Sekkingstad. Pembebasan Sekkingstad juga terjadi setelah kelompok gerilyawan Abu Sayyaf tersebut menerima tebusan sebesar 30 juta peso.

Sebelum kembali ke Tanah Air, ketiga WNI diserahkan kepada penasihat proses perdamaian MNLF Jesus Dureza.

Baca Juga :  Yordania: Pemimpin ISIS Ketakutan 7.000 Anggotanya Kami Bantai

Menteri Pertahanan Indonesia Ryamizard Ryacudu mengatakan ketiganya tiba di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Minggu (18/9) malam atau Senin (19/9) dini hari. (gma/mi)

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda