Home / Daerah / Gubernur NTT: ASN Datang Kantor, Merokok dan Pulang, Tiap Bulan Terima Gaji

Gubernur NTT: ASN Datang Kantor, Merokok dan Pulang, Tiap Bulan Terima Gaji

Raker di Kabupaten Kupang/Foto: Humas dan Protokol Setda NTT/Very Guru
Raker di Kabupaten Kupang/Foto: Humas dan Protokol Setda NTT/Very Guru

Bagikan Halaman ini

Share Button

Kupang–Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat mengatakan ada aparatur sipil negara (ASN) malas kerja karena tahu tiap bulan tetap menerima gaji.

“Jadi dia (ASN) kerja asal-asalan. Datang, lihat, merokok, pulang, tiap bulan terima gaji. Karena itu tidak pernah membanggakan apapun,” kata Laiskodat saat Rapat Kerja bersama bupati, para camat, kepala desa, tenaga kependidikan dan tenaga kesehatan di Gereja Pniel Lelogama, Kecamatan Amfoang Selatan, Kabupaten Kupang, Sabtu (15/2/2020) seperti dikutip Humas dan Protokol Setda NTT.

Karena sudah adanya kepastikan gaji setiap bulan, tambah Laiskodat ASN menjadi malas. “Tapi tidak di kabupaten Kupang, ini ASN di tempat lain,” ujarnya.

Gubernur juga sempat membandingkan kualitas kerja dan layanan ASN di Rumah Sakit WZ Johannes Kupang milik pemerintah dengan Rumah Sakit Siloam Kupang milik swasta.

Baca Juga :  Waspada, Babi Mati di Kota Kupang Mencapai 221 Ekor

“Itu yang dimaksud dengan mindset. Kebangkitan yang saya maksudkan; bangkit menuju sejahtera nomor satu adalah pikiranmu, otakmu itu diubah. Dan ilmu itu ada,” tandasnya.

Menurutnya, birokrat interpreneur telah diperkenalkan ratusan tahun, namun mungkin belum sampai di Kupang. “Artinya menyangkut investasi pemerintah dalam pengetahuan kita investasi itu harus kita hitung pertumbuhannya berapa dan pengembaliannya berapa?” ucapnya.

Karena itu, dalam setiap kesempatan kunjungan kerja, Laiskodat terus membangun semangat dan optimisme warga masyarakat agar bekerja benar dan sungguh-sungguh.

“Pasti ada yang tersinggung. Saya tidak repot karena saya sedang membangun generasi. Kau mau tersinggung itu kau punya urusan. Tapi saya tidak suka provinsi ini melahirkan generasi yang ke depan mereka tidak dianggap. (Diolah dari siaran pers Humas Setda NTT)

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda