Home / Politik / Golkar Versi ARB di NTT Mulai Jaring Calon Kepala Daerah

Golkar Versi ARB di NTT Mulai Jaring Calon Kepala Daerah

Bagikan Halaman ini

Share Button
Ibrahim Medah/Foto: Gamaliel

Ibrahim Medah/Foto: Gamaliel

Kupang—Partai Golkar versi Aburizal Bakrie (ARB) mulai membuak penjaringan bakal calon bupati dan wakil bupati di Nusa Tenggara Timur (NTT). Ada 9 kabupaten di daerah itu yang mengikuti Pilkada serentak 2015.

“Penjaringan calon sedang berproses melalui musyawarah dan mufakat yang diperluas,” kata Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar NTT versi Aburizal Bakrie, Ibrahim Agustinus Medah seperti dikutip Media Indonesia, Senin (27/4).

Ibrahim mengatakan penjaringan calon bupati dan wakil bupati sesuai putusan sela Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta Utara PTUN menetapkan penundaan pelaksanaan surat Kementerian Hukum dan HAM. ‘Mengabulkan permohonan penggugat’

Ketika itu Hakim Teguh Satya memerintahkan Menteri Yasonna tidak mengeluarkan keputusan lain yang berhubungan dengan obyek sengketa, serta tidak menerbitkan surat keputusan tata negara baru mengenai Partai Golkar hasil Musyawarah Ancol sampai ada keputusan tetap.

Baca Juga :  Ini Klarifikasi Teman Ahok soal Isu Pengeluaran Rp12 Miliar

Terkait putusan tersebut menurut Ibrahim, Golkar versi ARB yang berhak mengikuti pilkada. Ia mengatakan setiap kabupaten yang menggelar pilkada, menjaring paling banyak 10 pasangan dan paling sedikit lima pasangan. Nama-nama pasangan calon kemudian dikirim ke DPD Partai Golkar untuk disaring lagi sebelum dikirim ke DPP Partai Golkar.

Setelah diverifikasi, DPD akan mengirim paling banyak lima calon dan paling sedikit tiga calon ke DPP. “DPP akan memutuskan satu calon,” ujarnya.

Ia mengatakan telah memerintahkan seluruh DPD II Golkar tidak terpengaruh dengan isu-isu yang berkembang saat ini, akan tetapi jika Golkar kubu Agung Laksono ingin menjaring calon bupati dan wakil bupati, kubu ARB tidak akan mencegahnya. “Jika kubu ARB memroses calon kepala daerah, kami tidak cegah, kan nanti yang diakui adalah calon dari kubu ARB. Apalagi KPU telah mengeluarkan pernyataan yang menyebutkan kubu ARB yang berhak ikut pilkada,” ujarnya. (sumber: mediaindonesia/palceamalo)

Baca Juga :  ASN Wajib Kenakan Peci Saat Apel Kesadaran

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda