Home / Nasional / Golkar Dorong Operasi Pasar Secara Masif

Golkar Dorong Operasi Pasar Secara Masif

Setya Novanto
Setya Novanto

Bagikan Halaman ini

Share Button

KUPANG—LINTASNTT.COM: Partai Golkar mendorong pemerintah menggelar operasi pasar secara masif guna meredam harga bahan kebutuhan pokok yang terus meroket.
Ketua Fraksi Golkar Setya Novanto mengatakan itu kepada wartawan seusai menghadiri pelantikan gubernur dan wakil gubernur NTT di Kupang, Selasa (16/7/). “Pemerintah perlu mendorong kementerian terkait di antaranya Kementerian Perdagangan, Pertanian, Perindustrian, Perhubungan, Bulog dan BUMN untuk melakukan operasi pasar secara masif demi menciptakan stabilitas harga,” kata Setya.

Harga bahan kebutuhan pokok di berbagai daerah merus melambung pasca
penaikan harga bahan bakar minyak dan ramadan, serta dikhawatirkan naik lagi jelang perayaan Idul Fitri. “Fraksi Partai Golkar minta pemerintah melakukan antisipasi melalui penyiapan kebijakan yang tepat agar potensi kenaikan inflasi dapat ditekan,” ujarnya.

Baca Juga :  Porsi EBT di Sumba Akan Capai 65% di 2020

Pada kesempatan tersebut Setya Novanto didampingi Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Theo L Sambuaga, Ketua DPD Golkar NTT Ibrahim Agustinus Medah, dan sejumlah pengurus Golkar NTT Mohammad Ansor, Mec Sabah dan Laurens Leba Tukan.

Selain operasi pasar, Setya minta pasokan sejumlah kebutuhan pokok ke pasar ditambah seperti beras, daging sapi, cabai rawit, gula, telur, ayam potong dan minyak goreng. Hal ini bertujuan tren lonjakan kenaikan harga dapat dikurangi dan tekanan terhadap inflasi dapat diredam.

Menurutnya Golkar juga minta Kementerian Perhubungan melakukan komunikasi aktif bersama Organda guna menyepakati besaran kenaikan biaya transportasi secara wajar karena saat ini biaya transportasi menjadi salah satu penyumbang inflasi.

Baca Juga :  Ketua Komisi V DPR Tinjau Pembangunan Wilayah Perbatasan

“Pemerintah perlu melakukan perbaikan infrastruktur laut, darat serta perbaikan sistem distribusi dan logistik. Sebagaimana diketahui, buruknya kualitas infrastruktur selama ini menjadikan cost logistic kita menjadi sangat mahal dan tidak kompetitif bila dibandingkan dengan negara-negara lain,” katanya. (GBA)

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda