Home / Humaniora / Gereja Paulus Inbate di Timor Tengah Utara Ditahbiskan

Gereja Paulus Inbate di Timor Tengah Utara Ditahbiskan

Bagikan Halaman ini

Share Button
Gereja Paulus Inbate/Foto: Frisky

Gereja Paulus Inbate/Foto: Frisky

Kupang—Lintasntt.com: Gereja Paulus Inbate di Desa Inbate, Kecamatan Bukomi Nilulat, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), NTT ditahbiskan pada 26 Oktober 2014.

Pentahbisan gereja dilakukan Ketua Sinode GMIT Pendeta Robert Litelnoni dihadiri Ketua Klasis GMIT TTU, pende se-Klasis TTU, Esthon Foenay, dan Ketua Komisi V DPR Fary Francis.

Gereja Paulus Inbate dibangun sejak Maret 2012, menjadi satu-satunya gereja masehi injli di Timor (Gmit) yang dibangun dengan nuansa lokalistik. Bahan pembangunan gereja diambil dari wilayah tersebut seperti batu, pasir, dan kayu.

Dinding gereja misalnya dibangun dari batu yang dikumpulkan jemaat, rangka menggunakan batang pohon kelapa, dan lantai menggunakan batu ceper.

Baca Juga :  1.460 Pemudik Tinggalkan Kota Kupang

Sedangkan bahan non lokal seperti semen, besi beton, paku dan seng didatangkan dari luar daerah atas bantuan Fary Francis. “Gereja ini bernuansa lokal yang berbasis kampung,” kata Fary kepada wartawan di Kupang, Minggu (2/11).

Pendeta Robert Litelnoi dalam sambutannya pada acara pentahbisan tersebut mengatakan konsep nuansa lokal menjadikan Gereja Paulus Inbate ikon gereje masehi injili di Timor. Inbate merupakan wilayah di Timor Tengah Utara yang berbatasan dengan Distrik Oekusi, Timor Leste. Jumlah jemaat gereja ini 13 keluarga, bermukim tidak jauh dari gedung gereja. (gba)

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda