Home / Humaniora / Gereja Efata Kupang Ibadah Jumat Agung dan Prosesi Jalan Salib

Gereja Efata Kupang Ibadah Jumat Agung dan Prosesi Jalan Salib

Prosesi Perjalanan Yesus Kristus Menuju Salib./Foto: lintasntt.com
Prosesi Perjalanan Yesus Kristus Menuju Salib./Foto: lintasntt.com

Bagikan Halaman ini

Share Button

Kupang–Ibadah Jumat Agung di Gereja Efata Kupang, Nusa Tenggara Timur, Jumat (19/4) diawali prosesi singkat yang mengisahkan perjalanan Yesus Kristus menuju Salib.

Prosesi diawali anggota jemaat yang memerankan Yesus, mengenakan jubah putih muncul dari pintu depan. Di sampingnya dua orang yang memerankan tentara Romawi, berkali-kali mengayunkan cambuk ke tubuh Yesus hingga terjatuh. Melihat kejadian itu, sejumlah perempuan yang mengikuti Yesus dari belakang meneteskan air mata.

Yesus terus berjalan hingga tiba di bawah salib yang dibangun di samping mimbar. Di situ ada tiga salib, dua salib di bagian kiri dan kanan salib Yesus, sudah disalibkan dua orang, sedangkan Yesus disalibkan di tengah.

Setelah Yesus disalibkan, prajurit-prajurit itu mengambil pakaian Yesus dan membaginya menjadi empat bagian untuk tiap-tiap prajurit. Mereka kemudian membuang undi untuk menentukan prajurit yang akan memiliki jubah Yesus.

Baca Juga :  Siswa SMAN 3 Kupang Raih Nilai 95 Mata Pelajaran Matematika

“Demikian hendaknya supaya genaplah yang ada tertulis dalam kitab suci. Mereka membagi-bagikan pakaianKu di antara mereka, dan membuang undi atas jubahKu,” kata kata Pendeta Dina W Dethan-Penpada dalam khotbahnya pada Perayaan Jumat Agung tersebut.

Prosesi singkat tersebut tidak hanya membuat perempuan yang mengikuti Yesus menangis, tetapi juga anggota jemaat. “Salib adalah duka karena Yesus mengorbankan kasihnya kepada manusia,” ujarnya.

Perayaan Jumat Agung di gereja di Kelurahan Liliba, Kota Kupang ini diikuti ribuan orang. Bahkan gereja membangun tenda untuk menampung umat yang beribadah.

Salib Kristus juga sebagai tanda cinta kasih Allah yang agung karena di salib itu, Yerus Kristus menderita sampai mati, namun dari salib itu juga ada doa dan pengampunan bagi setiap orang yang berdosa.

Baca Juga :  Wartawan Metro TV Tewas Kecelakaan di Atambua

Menurutnya, peringatan Jumat Agung atau kematian Yesus Kristus mati tersalib di Bukit Golgota sebagaimana tertulis di Alkitab, adalah kematian anak Allah yang adalah Tuhan dan Juruselamat manusia. Yesus yang mati di kayu salib, bangkit pada hari ketiga yang dirayakan umat Kristen sebagai Hari Paskah.

Sementara itu perayaan Jumat Agung di gereja-gereja di Kota Kupang dan kabupaten lainnya di Nusa Tenggara Timur berlangsung aman dan khidmat. (mi/palce)

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda