Home / Dunia / Gerakan Kristen Indonesia Raya Kutuk Penembakan di Selandia Baru

Gerakan Kristen Indonesia Raya Kutuk Penembakan di Selandia Baru

Foto: Reuters
Foto: Reuters

Bagikan Halaman ini

Share Button

Kupang–Pengurus Pusat (PP) Gerakan Kristiani Indonesia Raya(Gekira) mengutuk keras penembakan brutal terhadap jemaah di dua masjid di Christchurch, Selandia Baru yang menewaskan 49 orang.

Korban tewas termasuk salah seorang WNI bernama Lilik Abdul Hamid. Sebelumnya Lilik dilaporkan hilang pasca peristiwa penembakan, Jumat (15/3) lalu.

“Tragedi kemanusiaan ini sangat terkutuk karena mencederai kedamaian, keamanan dan kenyamanan hidup bersama,” kata Ketua Umum PP Gekira Fary Djemy Francis lewat pernyataan sikap yang diterima Media Indonesia, Senin (18/3).

Menurut Fary, penembakan brutal tersebut sebagai tindakan tidak berperikemanusiaan, yang menghilangkan hak hidup manusia. Gekira berharap para pelaku dihukum seberat-beratnya sesuai tata cara hukum yang berlaku di Selandia Baru.

Baca Juga :  Indonesia Terpilih Lagi Jadi Anggota Dewan Keamanan PBB

Gekira juga menyampaikan duka cita sedalam-dalamnya kepada keluarga korban, khususnya kepada keluarga Warga Negara Indonesia (WNI) yang ikut menjadi korban. “Kiranya Tuhan pemberi hidup menyediakan tempat kebahagiaan sesuai amal ibadah di dunia ini,” kata Fary.

Dua WNI yang turut menjadi korban penembakan yakni Zulfirman Syah bersama anaknya, kini dirawat di Rumah Sakit Christchurch Public Hospital.

Menurutnya, paham radikal, terorisme dan apapun bentuknya tidak boleh dibiarkan hidup di tengah masyarakat dunia. Karena itu, setiap bangsa dan warganya mesti bahu-membahu menciptakan perdamaian di dunia ini.

Siapa pun dan negara mana pun harus terus mengantisipasi tindakan-tindakan radikal dan terorisme ini terjadi lagi. “Secara khusus kepada pemerintah Selandia Baru agar segera menyelesaikan kasus ini dan mengantisipasi kemungkinan aksi serupa,” ujarnya. (mi)

Baca Juga :  Tentara Kudeta di Turki, 60 Orang Tewas

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda