Home / Politik / Gakkumdu masih Proses Laporan Pergeseran Suara di Sumba Barat Daya

Gakkumdu masih Proses Laporan Pergeseran Suara di Sumba Barat Daya

Ilustrasi: Foto: Lintasmtt.com
Ilustrasi: Foto: Lintasmtt.com

Bagikan Halaman ini

Share Button

Kupang–Kasus dugaan pergeseran suara Pemilu 2019 di Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT) terus bergulir.

Ketua Bawaslu NTT Thomas Djawa mengatakan kasus tersebut sedang dalam penanganan Bawaslu Sumba Barat Daya. “Saat ini masih dalam tahapan pembahasan di sentra Gakkumdu,” kata Thomas Djawa saat dihubungi di Kupang, Senin (3/6).

Sesuai laporan saksi Partai Gerindra saat pleno rekapitulasi hasil perhitungan suara Pemiliu 2019 di KPU NTT pada 7 Mei 2019 disebutkan ada dugaan pergeseran suara mencapai ribuan, terjadi di PPK Wewewa Timur dan Wewewa Selatan.

Suara yang digeser ke partai lain tersebut milik Partai Gerindra. Selain pergeseran suara, ada juga laporan dugaan penggelembungan suara yang dilakukan sejumlah parpol. Kasus pergeseran suara yang merugikan partai Gerindra ini termasuk dalam satu kasus kecurangan dalam pemilu 2019 yang dilaporkan ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Baca Juga :  Tidak Ada Sekat di Golkar Nusa Tenggara Timur

Terkait kasus pergeseran suara tersebut, sebelumnya Bawaslu Sumba Barat Daya telah memeriksa PPK dua kecamatan tersebut, panwas, dan saksi parpol. Terkait persoalan tesebut, saksi Partai Gerindra telah mengajukan tiga keberatan saat pleno di KPU RI pada 15 Mei 2019.

Keberatan Partai Gerindra yakni, terjadi pengendapan kotak suara di semua TPS se-Kecamatan Wewewa Selatan, Kabupaten Sumba Barat Daya selama 3-4 hari yang dibuktikan dengan keterangan saksi-saksi Gerindra di setiap TPS di kecamatan tersebut.

Selanjutnya, terjadi pengurangan suara partai Gerindra di Kecamatan Wewewa Timur, Sumba Barat Daya tanpa dasar yang jelas. Menurut Dia, hasil perolehan suara Gerindra 599, dikurangi menjadi 188 suara di formulir DB1.

Baca Juga :  KPU NTT Kembalikan Berkas 8 Bakal Calon DPD

Selain itu, tambah Isodorus, ditemukan penggelembungan suara untuk parpol tertentu di kecamatan tersebut sebanyak 8.005 suara dari 4.795 suara. “Gerindra tentu sangat dirugikan oleh cara kerja penyelenggara yang tidak profesional ini,” tandas Isodorus.

Selain itu, hampir di banyak TPS, surat suara terpakai 95% bahkan 100%. “Pertanyaannya, apakah memang benar partisipasi pemilih di TPS-TPS ini sangat tinggi ataukah memang ada pihak yg mencoblos semua surat suara ini,” kata Isodorus.

“Masih dalam penanganan Gakkumdu, dan sudah mengundang para pihak untuk klarifikasi,” ujar Ketua Bawaslu Sumba Barat Daya, Nikodemus Kaleka saat ditanyakan tentang perkembangan penanganan kasus tersebut, Senin siang. (sumber: MI/palce)

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda