Home / Daerah / Gagal Panen Akibat Kekeringan, Petani Noelbaki Pasrah

Gagal Panen Akibat Kekeringan, Petani Noelbaki Pasrah

Kekeringan di Persawahan Noelbaki/Foto: lintasntt.com
Kekeringan di Persawahan Noelbaki/Foto: lintasntt.com

Bagikan Halaman ini

Share Button

Kupang–Sebanyak 70 hektare tanaman padi di Desa Noelbaki, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) gagal panen karena kurangnya pasokan air.

Kondisi itu terjadi setelah pasokan air dari Bendungan Tilong di Desa Oelnasi, Kecamatan Kupang Timur ditutup lantaran kekeringan yang membuat volume air bendungan turun di bawah batas normal.

Sesuai pantauan Kamis (3/10) di persawahan tersebut, tanah sawah terlihat mulai retak-retak dan daun tanaman mulai mengering. “Kami khawatir areal tanaman padi yang kekeringan meluas karena kekeringan masih panjang, tapi mau bilang apa lagi,’ kata Ot Bessie, petani setempat.

Menurutnya tanaman padi yang mengalami kekeringan tidak dapat diselamatkan lagi karena tidak mungkin ada pasokan air ke persawahan.

Baca Juga :  Sukses Kendalikan Inflasi, BI NTT Terima Penghargan

Satu-satunya sumber air yang bisa dimanfaatkan untuk menyelamatkan tanaman padi dari sumur bor. Hanya saja petani butuh pompa untuk mengalirkan air dari sumur ke persawahan. “Jika ada pompa, bisa dipakai mengeluarkan air dari dalam tanah untuk dialirkan ke sawah,” ujarnya.

Petani lainnya Yared Dethan mengatakan pejabat dari Kabupaten Kupang sudah turun ke sawah untuk melihat dari dekat kondisi tamanan padi petani akhir Agustus lalu.

Dalam pertemuan bersama petani, solusi yang ditawarkan ialah pemerintah Kabupaten Kupang bersama Balai Sungai Nusa Tenggara II membuat sumur bor di sejumlah titik di dekat persawahan.

Kekeringan yang melanda areal persawahan itu terakhir pada 2016. Namun, menurut Dethan, kekeringan tahun ini lebih parah jika dibandingkan kekeringan tiga tahun lalu. (mi)

Baca Juga :  Senyum Pelanggan PLN Semarakkan Hari Pelanggan Nasional

 

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda