Home / Humaniora / Forum Save Migran Minta Hakim Bersikap Adil Terhadap Korban Trafficking

Forum Save Migran Minta Hakim Bersikap Adil Terhadap Korban Trafficking

romo paskal2

Bagikan Halaman ini

Share Button

Batam–Jaringan Peduli Migran, Perlindungan Perempuan dan Anak Kota Batam, mendesak Majelis Hakim agar bersikap adil terhadap MS, korban perdagangan orang yang masih anak-anak.

Desakan dalam bentuk pernyataan sikap itu ditujukan terhadap Majelis yang memimpin persidangan kasus Tindak Pidana Perdangan Orang (TTPO) atau human trafficking dengan terdakwa J Rusna, pemilik PT Tugas Mulia.

Pernyataan sikap dibagikan kepada jurnalis usai persidangan di Pengadilan Negeri Batam, Selasa (4/12/2018).
Pernyataan sikap yang ditandatangani Pastor Chrisanctus Paschalis Saturnus, akrab disapa Romo Paschal, selaku Ketua Forum Jaringan Peduli Migran, Perlindungan Perempuan dan Anak Kota Batam, menyatakan bahwa TPPO adalah kejahatan trans nasional yang terstruktur dan merupakan pelanggaran Hak Azasi Manusia (HAM) berat.

Apalagi jika korban adalah anak. Anak sebagai korban akan mengalami trauma yang tidak akan bisa terlupakan dan dibawa sumur hidupnya. Maka UU Perlindungan Anak No 35 Tahun 2014 perubahan dari UU No 23 Tahun 2014 bertanggung jawab memberikan akses keadilan buat korban dengan menghukum pelaku sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku.

Baca Juga :  Minat Baca Rendah karena Akses Buku Kurang

Forum Peduli Migran menyatakan sangat mendukung proses hukum yang sedang berlangsung. Mendesak agar terdakwa J Rusna kelak dihukum sesuai pasal-pasal yang disangkakan terhadapnya, yakni Pasal 2, Pasal 6, Pasal 13, dan Pasal 17 UU TPPO No 21 Tahun 2007 Juncto Pasal 83 UU Perlindungan Anak No 23 Tahun 2002 yang diperbaharui menjadi UU No 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

Forum Save Migran Batam mendukung Majelis Hakim yang memimpin persidangan untuk bersikap adil dan berpihak terhadap korban dalam setiap persidangan, mengingat korban masih di bawah umur sebagaimana diatur oleh UU Perlindungan Anak No 23 Tahun 2002 yang diperbaharui melalui UU No 35 Tahun 2014.

Baca Juga :  128.085 Siswa Lulus SBMPTN di 85 PTN

Selain itu, Forum Save Migran meminta Majelis Hakim selama persidangan berlangsung mempunyai rasa keadilan terhadap korban, mengingat korban masih anak-anak, wajib memberikan kepentingan terbaik bagi korban anak dan mengusahakan suasana kenyamanan bagi anak selama persidangan sesuai amanat UU Sistem Peradilan Pidana Anak No 11 Tahun 2012.

Dalam kalimat penutupnya, Forum Save Migran menyatakan, “Akses keadilan bagi korban apabila terdakwa dihukum sesuai undang-undang yang berlaku, yakni sesuai pasal-pasal yang disangkakan.” (*)

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda