Home / Travel / Festival Tenun dan Parade Kuda Jadi Branding Baru Pariwisata NTT

Festival Tenun dan Parade Kuda Jadi Branding Baru Pariwisata NTT

Ketua Dekranasde NTT Lusia Adinda Lebu Ryaa bersama Kadis Pariwisata NTT Marius Jelamu memberikan ketrangan kepada wartawan mengenai persiapan Parada Kuda dan Festival Tenun Ikat Sumba. Foto: Gamaliel
Ketua Dekranasde NTT Lusia Adinda Lebu Ryaa bersama Kadis Pariwisata NTT Marius Jelamu memberikan ketrangan kepada wartawan mengenai persiapan Parada Kuda dan Festival Tenun Ikat Sumba. Foto: Gamaliel

Bagikan Halaman ini

Share Button

Kupang–Kepala Dinas Pariwisata Nusa Tenggara Timur (NTT) Marius Jelamu mengatakan Festival Tenun Ikat dan Parade 1001 Kuda Sandelwood menjadi branding baru untuk meningkatkan kunjugan wisatawan ke Pulau Sumba.

Branding baru tersebut memperkuat branding yang sudah ada antara lain Pasola, megalitik, savana, kuda Sandelwood, dan marapu. “Kita menciptakan branding-branding baru untuk memajukan NTT umumnya dan Sumba khususnya,” kata Marius kepada wartawan di sela-sela pertemuan yang membahas kesiapan Festival Tenun Ikat dan Parade 1001 Kuda di Dekrasnada NTT, Senin (22/5).

Menruut Marius, even ini sudah dipublikasikan Kementerian Pariwisata. Dinas Pariwisata NTT juga terus memaksimalkan promosi di sejumlah lokasi. Apalagi even ini akan dihadiri sejumlah duta besar, mereka bisa menjadi promotor atau marketer branding baru pariwisata tersebut.

“Walaupun brandingnya kita ciptakan di Sumba tetapi seluruh wilayah NTT juga mendapat imbasnya karena kunjungan wisatawan tentu tidak hanya di satu tempat,” ujarnya.

Baca Juga :  Kabupaten Alor Memiliki 42 Bahasa Daerah

Parade kuda sandelwood dimulai dari Waingapu, Sumba Timur pada 3-4 Juli kemudian dilanjutkan ke Anakalang pada 5-6 Juli, Waikabubak 7-8 Juli, dan terakhir Tambolka pda 9-10 Juli. Kegiatan di Tambolaka akan dipadukan dengan festival tenun ikat yang melibatkan 2017 penenun.

Kuda yang diikutsertakan dalam parade, dibagi dalam beberapa kelompok dan dihiasi dengan hiasan warna-warni. Sedangkan penunggang kuda akan mengenakan pakaian adat. “Nanti ada juri yang menilai kelompk mana yang serasi mengelola kuda-kudanya,” kata Marius.

Menurut Marius seluruh bupati di Sumba sudah siap menggelar even ini, termasuk persiapan akomodasi untuk para tamu. Jika seluruh hotel di Tambolaka tidak cukup menampung seluruh tamun, menurut Marius, sebagian tamu akan diinapkan di hotel di Waikabubak, ibu kota Sumba Barat. Pemerintah daerah juga menyiapkan rumah penduduk sebagai tempat menginap para tamu.

Baca Juga :  APBN 2014, Pariwisata Sumbang Rp347 Triliun

“Rumah-rumah penduduk bisa dimanfaatkan untuk pengiapan di Tambolaka dan Waikabubak jika hotel penuh,” katanya.

Ketua Dekranasda NTT Lusia Adinda Lebu Raya mengatakan Festival tenun ikat Sumba digelar setelah keberhasilan festival tenun ikat di Maumere, Kabupaten Sikka. “Sumba memiliki banyak tenun ikat dengan motif yang bervariasi,” ujarnya.

Selama festival, akan digelar juga fashion show, pameran tenun ikat dari kabupaten dan kota di NTT, usaha kecil dan menengah (UMKM) dari NTT daerah lain, serta workshop yang menghadirkan pemerhati tenun ikat. “Mudah-mudahan kita mencapai rekor dunia untuk 2017,” ujarnya. (gma)

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda