Home / Nasional / ‘Festival Bacarita Sama-Sama’ Bahas Kesehatan Reproduksi

‘Festival Bacarita Sama-Sama’ Bahas Kesehatan Reproduksi

Kepala Dinas P dan K NTT Piter Manuk (kiri) dan Direktur OTMI, Imelda Theresia (tengah). Foto: Ellya Djawas
Kepala Dinas P dan K NTT Piter Manuk (kiri) dan Direktur OTMI, Imelda Theresia (tengah). Foto: Ellya Djawas

Bagikan Halaman ini

Share Button

Kupang—Lembaga nirlaba On TrackMedia Indonesia (OTMI) menggelar ‘Festival Bacarita Sama-Sama’ di Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (14/11) lalu.

Kegiatan ini merupakan penyadaran publik dengan sasaran utama siswa, guru, dan orangtua. Mereka diberi pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi, pemutaran film, aplikasi 12+ tentang kesehatan reproduksi, lomba foto dan doorprize.

Ratusan siswa dari lima sekolah ikut dalam kegiatan ini yakni MTs Negeri Kupang, SMPN 2 Kupang, SMPN 5 Kupang, SMP Sinasta St Theresia Kabupaten Kupang, dan SMPN 1 Fatuleu.

Direktur OTMI, Imelda Theresia mengatakan salah satu alasan Kota Kupang dipilih menjadi lokasi festival karena angka remaja melahirkan di daerah ini sangat tinggi. Begitu pula angka kematian ibu dan anak juga tergolong tinggi.

Baca Juga :  Polda NTT Tangkap Pelaku Investasi Bodong Senilai Rp423 Miliar

Pembuatan aplikasi 12+ bertujuan meningkatkan pemahaman mengenai seksualitas dan kesehatan reproduksi di kalangan remaja. Aplikasi ini juga memuat fitur konsultasi kesehatan reproduksi.

“Aplikasi 12+ berbasis android bertemakan kesehatan reproduksi dan dikemas dengan cara yang menyenangkan,” kata Imelda Theresia.

Kepala Dinas P dan K Nusa Tenggara Timur Piter Manuk mengatakan metode kegiatan ini ialah para orang tua, guru, dan siswa dikumpulkan di ruang berbeda kemudian diberikan sosialisasi menggunkaan video, namun orang tua dan guru diberi tambahan materi tentang komunikasi.

Dengan membangun komunikasi yang baik dan benar antara orangtua dan remaja serta remaja dan guru mengenai kesehatan reproduksi atau isu lain yang berkaitan dengan remaja.

Baca Juga :  Korban Hilang Letusan Gunung Rokatenda Jadi 3 Orang

Ketua Komisi V DPRD NTT Winston Rondo minta komunikasi yang terjalin baik antara remaja bersama orang tua dan guru, juga membahas masalah perdagangan manusia (human trafficking).

“Saya mendorong On TrackMedia Indonesia memberikan dukungan penuh bagi pendidikan terutama untuk remaja,” ujarnya. (rr)

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda