Home / Timor / Fery Ile Labalekan Berlayar Perdana ke Semau

Fery Ile Labalekan Berlayar Perdana ke Semau

Kapal Motor Ile Labalekan sandar di Pelabuhan Hansisi/Foto: Gamaliel
Kapal Motor Ile Labalekan sandar di Pelabuhan Hansisi/Foto: Gamaliel

Bagikan Halaman ini

Share Button

Kupang–Kapal Feri Ile Labalekan bantuan Kementerian Perhubungan mulai melayari jalur perintis di Nusa Tenggara Timur.

Kapal Ile Labalekan berbobot 750 GT, dengan daya angkut 292 penumpang dan 25 kendaraan campuran (mobil dan sepeda motor).

Pelayaran perdana pada Rabu (9/12) siang mulai dari Pelabuhan Penyeberangan Bolok di Desa Bolok, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang menuju Pelabuhan Hansisi di Pulau Semau.

Pulau Semau berjarak 4 mil di bagian barat Kupang dengan lama pelayaran 15 menit. Sebelum berlayar, Ketua Komisi V DPR Fary Francis bersama Wakil Ketua DPRD NTT Gabriel Beri Bina, Sekda Kabupaten Kupang Hendrik Paut dan sejumlah pejabat yang ikut dalam pelayaran ini, berkumpul di ruang kemudi untuk berdoa.

Baca Juga :  Jonas Sidak Kondisi Ruangan Kerja Pegawai

Pada Kamis (10/12), kapal kembali berlayar ke Hansisi, selanjutnya melanjutkan pelayaran ke Pantai Baru di Pulau Rote sejauh 40 mil dan dilanjutkan ke Pulau Ndao juga sejauh 40 mil. Dari Ndao, kapal akan kembali ke Pelabuhan Pantai Baru untuk bermalam pada hari yang sama.

“Keesokan harinya, kapal akan berlayar kembali ke Pelabuhan Hansisi dan melanjutkan pelayaran ke Bolok,” kata Nakhoda Ile Labalekan, Deno Sukarno seperti diberitakan harian Media Indonesia.

Pada hari yang sama, kapal akan melayari rute Bolok-Hansisi (pulang-pergi) sebanyak dua kali. Hari berikutnya kapal kembali melayari rute Bolok-Hansisi dan selanjutnya menuju Pantai Baru dan Ndao. “Dalam satu minggu kapal berlayar ke Ndao dua kali, sedangkan pelayaran Bolok-Kupang sebanyak 52 kali dalam satu bulan,” ujarnya.

Baca Juga :  Cuaca Buruk, ASDP Kupang Tutup Seluruh Rute Pelayaran

Di pelabuhan Hansisi, rombongan yang mengikuti pelayaran perdana ini disambut tarian oleh warga setempat yang dilanjutkan dengan penyerahan kapal dari Fary Francis kepada Pemerintah Kabupaten Kupang. “Ini kado natal bagi masyarakat Pulau Semau,” kata Fary.

Sebelum penyerahan kapal kepada pemerintah Kabupaten Kupang, juga diawali dengan ibadah yang dipimpin pendeta dari gereja setempat. Fary berharap kapal ini terus beroperasi, tidak sama seperti kapal perintis lainnya yang dikelola pemerintah, namun tidak beroperasi maksimal seperti KM Pulau Sabu dan KM Timau.

“Saya harap hari ini berlayar untuk seterusnya. Jangan sampai ketika saya kembali, feri ini tidak berlayar lagi,” katanya. (gma/rr)

Tags : #

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda