Home / Humaniora / Fary Francis, Sang Fasilitator Partai

Fary Francis, Sang Fasilitator Partai

Ketua Komisi V DPR Fary Francis/Foto: Gamaliel
Ketua Komisi V DPR Fary Francis/Foto: Gamaliel

Bagikan Halaman ini

Share Button

Jakarta–Setiap anggota DPR RI memiliki agenda yang cukup padat baik di lingkungan Senayan maupun di daerah pemilihan.

Agenda-agenda itu seperti mengikuti berbagai rapat di tingkatan komisi bersama mitra, rapat-rapat fraksi, rapat paripurna, rapat konsultasi maupun kunjungan ke daerah pemilihan dalam agenda reses.

Belum lagi urusan-urusan lain yang melekat pada anggota dewan karena hobi, passion yang berdampak dan berkaitan langsung dengan kepentingan masyarakat.

Tingginya tingkat kesibukan ini, menuntut seorang wakil rakyat untuk bisa mengatur ritme waktu dan agenda antara tuntutan konstitusional di lembaga DPR RI, tuntutan partai politik dan tuntutan kebutuhan masyarakat di dapil.

Peran fasilitator partai politik itu dimainkan dengan piawai oleh seorang Fary Francis, sekretaris Fraksi Gerindra DPR RI, wakil rakyat daerah pemilihan Nusa Tenggara Timur Dua periode. Tidak banyak yang tahu bahwa dalam banyak keputusan-keputusan penting Partai Gerindra, ia berada di baliknya.

Sebagai sekretaris Fraksi, ia memainkan peranan bak seorang fasilitator yang memfasilitasi berbagai kepentingan agar bisa bertemu di satu titik yang dapat diterima oleh berbagai pihak. Tugas fasilitator adalah mempermudah berbagai urusan; menyederhanakan yang rumit, mencari solusi bersama.

Sebagai sekretaris Fraksi Gerindra, ia berperan menjembatani antara kepentingan masing-masing partai, berkomunikasi dengan setiap fraksi, menjaga arah dan kebijakan partai serta arah pemikiran setiap anggota. Saban kali, bersama Ketua Fraksi, bertemu Ketua DPP Partai Gerindra, Bpk. Prabowo Subianto untuk mendengarkan arahan, mendiskusikan berbagai persoalan bangsa, yang kemudian diteruskan kepada setiap anggota fraksi.

Menerjemahkan pemikiran Ketua Partai kepada setiap anggota fraksi, membagi kewenangan kepada setiap anggota fraksi untuk bertanya, menyanggah, menginterupsi adalah juga bagian dari perannya. Menjaga agar harapan partai, arahan partai dan aspirasi konstituen tetap bertahan dan berhasil dalam pertarungan politik di Senayan adalah juga peran seorang fasilitator politik itu.

Baca Juga :  2.000 Guru SMA/SMK Dialihan dari Kota Kupang ke Provinsi

Seorang fasilitator politik adalah juga seorang pelobi. Berbagai keputusan di DPR RI dihasilkan juga oleh suatu proses lobi entah waktunya singkat pun waktunya berlarut-larut. Lobi memang membutuhkan kesabaran, kejelian, komunikasi politik yang baik, dan kemampuan meyakinkan pihak lain. Dalam urusan Pansus KPK dan RUU Pemilu, Partai Gerindra menyatakan WO (walk out).

Keputusan ini bukan serta-merta diambil tetapi merupakan ujung dari sebuah proses lobi yang panjang. Lobi sesuai harapan dan arahan partai bisa saja tidak menemui hasil seperti dalam konteks RUU Pemilu.

Namun, komunikasi politik mesti tetap jalan agar keputusan yang diambil tetap dapat dikawal dan publik mesti memahami alasan yang mendasari mengapa suatu keputusan diambil atau mengapa suatu sikap politik dijalankan.

Seorang fasilitator partai adalah juga seorang juru bicara. Ia mengkomunikasikan kepada sesama anggota fraksi tentang apa yang mesti dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan dalam mengambil suatu keputusan strategis. Ia juga menyampaikan kepada publik tentang mengapa suatu keputusan itu diambil, diterima dan atau ditolak.

Ia juga adalah juru bicara fraksi yang mesti berbicara dalam forum-forum resmi di lembaga DPR. Juga seorang juru bicara rakyat dalam berbagai upaya memperjuangkan kepentingan dan kebutuhan rakyat di daerah pemilihan.

Baca Juga :  Polemik Taksi Online, Komisi V DPR Siap Revisi UU Angkutan Jalan

“Menjadi Sekretaris Fraksi dengan berbagai jabatan lainnya yang melekat tentu bukan hal yang mudah. Saya mesti bisa membagi waktu untuk menangani semua itu. Memang butuh pengorbanan. Itulah passion saya bagi partai dan rakyat. Ini amanah yang mesti saya jalankan. Sejauh ini saya menikmati tanggung jawab itu. Semuanya berkat dukungan rakyat dan tentu teman-teman fraksi,” katanya yang juga Ketua Komisi V DPR RI ini.

Menurutnya, salah satu peran sekretaris fraksi adalah memastikan setiap laporan, pemandangan fraksi itu berbobot, berkualitas dan layak dibacakan atau dilaporkan dalam forum-forum paripurna. Ini memang bukan tugas ringan karena ia mesti membaca, mengoreksi bahkan menganalisis setiap laporan agar sejalan dan sesuai harapan partai dan aspirasi rakyat dalam konteks kekinian.

Dalam kapasitas sebagai sekretaris Fraksi Gerindra DPR RI, seorang Fary Francis telah hadir menjadi fasilitator politik yang juga berperan untuk melakukan koordinasi, konsultasi, komunikasi agar tujuan dan harapan partai dalam melahirkan suatu keputusan dan kebijakan sejalan dengan harapan dan aspirasi rakyat. Fasilitator politik adalah pihak yang menjaga dan memudahkan agar tujuan politik yakni bonum commune dapat mudah dicapai.

Fasilitator politik adalah juga pihak yang mengarahkan agar aktor-aktor politik dapat konsisten pada alur tujuan politik yang hendak diraih. Fasilitator politik adalah pribadi yang kadang tidak mesti muncul ke pentas, karena ia mesti mengatur agar suara-suara dari sesama anggota fraksi tetap bergema dalam berbagai momen. (Isodorus Lilijawa)

Tags : #

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda