Fary Francis Ajak Gekira Kembalikan Citra Gerindra sebagai Partai Nasionalis

Tanggal Terbit : September 17, 2019 | Politik
Ketua Fraksi Gerindra MPR RI yang juga Ketua Umum PP GEKIRA Fary Djemy Francis. Foto Dok. GekiraKetua Fraksi Gerindra MPR RI yang juga Ketua Umum PP GEKIRA Fary Djemy Francis. Foto Dok. Gekira

Jakarta–Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Gerakan Kristiani Indonesia Raya (Gekira) Fary Djemy Francis mengungkapkan keinginannya mengambalikan citra Gerindra sebagai partai nasional yang berideologi pancasila.

Pasalnya selama Pemilu 2019, Gerindra diframing atau dituduh partai konservatif dan hendak mendirikan sistem khilafah.

“Tudingan yang tidak benar kepada Partai Gerindra itu mempunyai efek yang tidak main-main. Meski kursi di DPR bertambah tetapi kursi calon legislatif (caleg) Partai Gerindra di daerah-daerah terutama caleg beragama Kristiani seperti di Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, Bali dan Sumatera Utara menjadi berkurang,” kata Fary, Selasa (17/9).

Fary yang juga Ketua Fraksi Gerindra MPR RI itu juga mengajak anggota Gekira mengembalikan citra parpol tersebut. Secara sadar atapun tidak, isu politik identitas seperti yang dituduhkan itu menjadi salah satu penyebabnya kekalahan Partai Gerindra di pemilu 2019.

Ia berharap Partai Gerindra harus mengevaluasi dan mengkounter semua tudingan yang tidak benar itu kepada masyarakat. Menurutnya, karakter nasional Gerindra tercermin dari keluarga Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto yang nasionalis dan pluralis. Keluarga mereka hidup harmonis, rukun dan penuh kasih sayang.

Baca Juga :  Gerindra Jawab Kritikan dengan Santun

Begitu juga jati diri Gerindra. Fary menyebut Partai Gerindra memiliki banyak sayap partai yang mengakomodir masing-masing keyakinan. Selain Gekira, ada Gerakan Muslim Indonesia Raya (Gemira), dan Gemasadana untuk kalangan Hindu dan Budha. Bahkan, Partai Gerindra memiliki juga sayap partai Persatuan Tionghoa Indonesia Raya (Petir) yang mengayomi eksistensi kalangan Tionghoa.

“Kita harus buktikan kepada masyarakat bahwa Partai Gerindra akan melindungi dan mengayomi semua kalangan. Kader-kader Gekira harus menjadi juru bicara dan public relation,” kata Fary.

Ia mengingatkan bahwa perjuangan utama Partai Gerindra adalah perjuangan kedaulatan, keadilan dan kemakmuran yang didasari Pancasila dan UUD 1945 tanpa mempersoalkan agama dan suku.

Tudingan yang tidak benar yang dialamatkan kepada Partai Gerindra pada pemilu 2019 lalu, harus menjadi tantangan bagi semua kader GEKIRA dimana pun berada untuk menjawabnya. “Sampaikan kepada mereka yang termakan isu sara bahwa Partai Gerindra adalah partai nasionalis, bukan fundamentalis,” ajak Fary.

Baca Juga :  Golkar Resmi Usung Ibrahim Medah Cagub NTT

Dia juga mengajak semua kader Gekira untuk melihat dinding tembok DPP Partai Gerindra, di sana terpampang wajah Tuanku Imam Bonjol, ulama, pemimpin dan pejuang yang berperang melawan Belanda dalam peperangan yang dikenal dengan nama Perang Padri pada tahun 1803-1838), dan wajah I Gusti Ngurah Rai, seorang pahlawan Indonesia dari Kabupaten Badung, Bali) dan wajah-wajah lainnya yang mewakili semua suku dan agama.

Fary menjelaskan wajah-wajah tersebut merupakan bukti bahwa semangat Partai Gerindra itu selalu didasari perjuangan dan semangat persatuan. Bukan dengan perbedaan keyakinan. (po)