Home / Nasional / Fary: Anggaran Waduk Lambo bisa Dialihkan ke Daerah Lain

Fary: Anggaran Waduk Lambo bisa Dialihkan ke Daerah Lain

Warga Menolak Pembangunan Waduk Lambo/Foto: SergapNTT
Warga Menolak Pembangunan Waduk Lambo/Foto: SergapNTT

Bagikan Halaman ini

Share Button

Kupang–Rencana Pembangunan Waduk Lambo di Desa Rende Batuwe, Kecamatan Aesesa Salatan, Kabupaten Nagekeo, NTT sampai awal Januari 2017 belum ada titik terang.

Pasalnya pembangunan waduk raksasa tersebut ditolak warga setempat. Warga dari tiga desa menolak menyerahkan lahan mereka untuk dijadikan lokasi pembangunan waduk. Tiga desa itu ialah Rendu Butowe, Labolewa dan Ulupu.

Ketua Komisi V DPR Fary Francis mengatakan Lambo merupakan satu dari tujuh waduk yang dibangun di Nusa Tenggara Timur hingga 2019. Saat ini dua waduk dalam proses pembangunan yakni Rotiklot di Kabupaten Belu dan Raknamo di Kabupaten Kupang.

Satu waduk lagi yakni Napun Gete di Kabupaten Sikka, dijadwalkan mulai dibangun tahun ini. Peletakan pembangunan Waduk Napun Gete akan dilakukan Presiden Joko Widodo.

Baca Juga :  Senator Andre Garu Serahkan 10 Program Prioritas NTT ke Menkeu dan Bappenas

Fary mengatakan pihaknya siap mengalihkan anggaran pembangunan Waduk ke daerah lain jika persoalan lahan Waduk Lambo tidak diselesaikan oleh pemerintah daerah setempat.

“Satu catatan dari Komisi V ialah lahan terkait pembangunan berbagai infrastruktur seperti waduk dan embung masih bermasalah dengan lahan. Jika tidak dapat diatasi pemerintah daerah, anggaran bisa dilaihkan ke tempat lain yang lebih siap,” kata Fary kepada wartawan di Kupang, Minggu (1/1).

Fary juga menyoroti bantuan pemerintah pusat seperti kapal penyeberangan di NTT dioperasikan. “Kapal penyeberangan hanya dipajang di pelabuhan dan tidak bermanfaat bagi rakyat,” katanya.

Padahal tujuan dibangunnya berbagai infrastruktur untuk menjawab aspirasi rakyat sekaligus memberikan manfaat bagi rakyat dan daerah. Menurutnya aspek kemanfaatan tersebut sering menjadi persoalan. “Banyak fasilitas yang dibangun dengan uang rakyat tetapi justru dibiarkan tidak terawat,” ujarnya. (sumber: media indonesia/palce amalo)

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda