Home / Hukum / Erni Ndun: Dua Teman Meninggal Karena Polisi tidak Tanggapi Laporan Saya

Erni Ndun: Dua Teman Meninggal Karena Polisi tidak Tanggapi Laporan Saya

Bagikan Halaman ini

Share Button
Erni Ndun/Foto: Gamaliel

Erni Ndun/Foto: Gamaliel

Kupang—Lintasntt.com: Erni Ndun masih berduka. Dua dari 25 temannya yang menjadi korban penyekapan dan penyiksaan majikan di Medan, Sumatera Utara, seharusnya tidak meregang nyawa jika polisi menindaklanjuti laporannya.

Air mata Erni jatuh saat ia menyampaikan testimoni penyiksaan majikan mereka ketika unjuk rasa di Polda Nusa Tenggara Timur, Selasa (17/6). “Karena tidak tidak ada tanggapan polisi, satu tahun kemudian dua teman saya meninggal,” ujarnya.

Ia berhasil meloloskan diri dari penyekapan tersebut dan kembali ke Kupang pada 18 Januari 2013. Tiba di Kupang, ia kemudian pergi ke Polda Nusa Tenggara Timur pada 5 Februari 2013 untuk melaporkan penyekapan dan penyiksaan yang dialami bersama teman-temannya di Medan. Laporan itu kata Dia, dicatat dengan nomor LP/32/II/2013/SPKT.

Baca Juga :  Waspada, Pencuri Sepeda Motor Bergentayangan di Kupang

Dalam laporan ke polisi, Eri minta tiga hal yakni memperjuangkan gajinya yang belum pernah diperolehnya selama bekerja, kepastian hukum atas kasus kekerasan yang menimpa dirinya, meminta pihak kepolisian segera memulangkan kawan-kawannya.

Sayang, polisi tidak segera menindaklanjuti laporan itu sehingga menurut Erni, dua rekannya yang mengalami penyiksaan hingga sakit dan meninggal
Dua rekan Erni yang meninggal itu yakni Marni Baun dan Rista Bota meninggal. Rista dan Marni meninggal di Rumah Sakit Methodis Jln. Thamrin Medan dalam waktu yang berbeda pada Februari 2014.

“Kami kerja sambil dipukul, berdoa pun sembunyi-sembunyi di bawah meja karena majikan bilang di sini tidak ada Tuhan. Tidak boleh berdoa,” kata Erni dalam testimoninya. Tidak itu saja, ia bersama rekan-rekanya hanya diberi makan nasi dan garam. Mereka sudah berupaya menyelamatkan diri tetapi tidak berhasil. Pasalnya tempat mereka bekerja dijaga ketat oleh majikan bernama Mohar, 45.

Baca Juga :  Tiga Kepala Desa Asal Flotim Bersaksi untuk Ramli Lamanepa

Para tenaga kerja asal NTT ini bekerja di rumah sarang burung walet di Jalan Brigjen Katamso Gang Family No. 77 dan 79, Lingkungan I, Kelurahan Titi Kuning, Kecamatan Medan Johor.

Erni berhasil meloloskan diri dengan cara melompat dari lantai 4 gedung tempat mereka disekap pada malam pergantian tahun baru 2013. Beruntung ia selamat. Ketika itu menurut Dia, polisi sempat datang ke lokasi kejadian, namun tidak ada tindaklanjut. (gba)

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda