Home / Lingkungan / Enam Bangkai Paus Dikubur dengan Ritual Adat

Enam Bangkai Paus Dikubur dengan Ritual Adat

Penguburan Paus /Foto: Ikram Sangadji
Penguburan Paus /Foto: Ikram Sangadji

Bagikan Halaman ini

Share Button

Kupang–Enam dari tujuh paus pilot yang mati terdampar di pesisir Desa Menia, Kecamatan Sabu Barat, Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur, dikuburkan pada Jumat (11/10).

Sedangkan satu bangkai paus lagi, sudah dipotong-potong warga dari desa tetangga. Mereka membawa daging paus dan meninggalkan tulang berserakan di pantai.

Prosesi penguburan diawali ritual adat dipimpin tokoh adat Desa Menia, Dominggus Wila Diabbo dan Markus Ludji Talo. Masyarakat yang hadir di lokasi penguburan paus mengenakan pakaian adat Sabu terdiri dari selimut, sarung, dan selendang.

Ritual adat digelar untuk mengantisipasi jangan sampai malapetaka melanda desa serta kejadian terdamparnya paus tidak terulang kembali.

Kepala Balai Konservasi Kawasan Perairan Nasional (BKKPN) Kupang Ikram Sangadji mengatakan enam paus diletakan berjejer di satu lubang mengunakan bantuan escavator. Kuburan paus digali dekat pantai Desa Menia. “Kita pasang terpal plastik besar di lubang dan ditaruh pasir, kemudian meletakan bangkai paus dan ditutup lagi dengan terpal dan pasir,” kata Ikram Sangadji.

Baca Juga :  Film Dokumenter Tragedi Montara-Laut Timor Tayang di Australia

Dia mengatakan proses penguburan seperti itu untuk mengantisipasi bau serta memudahkan BKKPN jika suatu saat melakukan rekonstruksi tulang paus.

“Kami juga mengambil daging paus dari bagian perut untuk diuji di laboratorium sehingga dapat diketahui penyebab kematianya,” ujarnya. (mi)

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda