Home / Travel / Elisabeth Carvallo Terpilih Sebagai Putri Pariwisata NTT 2015

Elisabeth Carvallo Terpilih Sebagai Putri Pariwisata NTT 2015

Bagikan Halaman ini

Share Button

 Kupang–Cantik dan pintar itulah sosok Elisabeth Prilia Carvallo, 23 tahun. Ia pantas terpilih sebagai putri pariwista Nusa Tenggara Timur (NTT) 2015 karena memiliki banyak keunggulan dari peserta lainnya.

Dalam pemilihan putri pariwisata NTT Rabu (28/10) malam, Elisabeth yang akrab dipanggil Lia, adalah satu-satunya peserta yang menjawab pertanyaan juri menggunakan Bahasa Inggris.

Lulusan Fakultas Psikologi, Universitas Brawijaya Malang tahun 2014 ini tidak hanya fasih berbahasa Inggris, tetapi juga menguasai Bahasa Korea.

Elisabeth lahir di Waibalun, Flores Timur pada 30 April 1992. Ayahnya Nani Carvallo dan ibu Mahyani asal Aceh.

“Ini pertama kali saya mengikuti kontes ini, mau coba pengalaman dan tidak ada ambisi untuk menang. Puji Tuhan saya menang,” ujarnya ketika dihubungi di Kupang, Sabtu (31/10).

Baca Juga :  Virgin Australia Jajaki Rute Baru Darwin-Kupang

Runner up pemilihan putri NTT ini ialah Lidia Usboko, sedangkan Debby Sodakain meraih jura III dan juara favorit Desriany Atok. Lia mengaku sudah siap mempromosikan tempat-tempat wisata di NTT ke dunia luar.

“Langkah konkrit saat ini ialah melakukan promosi media sosial dan acara-cara yang saya hadiri akan mengenakan atribut dari hasil kerajinan dari NTT,” ujarnya.

Dengan mengenakan baju, tas, sepatu dan atribut lainnya tersebut, ia berharap generasi muda di daerah ini terguggah untuk turut mempromosikan dan melestarikan hasil-hasil kerajinan tersebut.

Elisabeth Prilia Carvallo

Elisabeth Prilia Carvallo

Setelah meraih mahkota putri Pariwisata NTT, saat ini Lia akan fokus mengikuti menghadapi pemilihan putri Pariwisata Indonesia 2015 yang dimulai 15 November 2015.

Baca Juga :  Cerita Warga yang Hidup Berdampingan bersama Komodo

Peserta akan memasuki masa karantika di Jakarta. Bagi Dia, mengikuti ajang ini menambah wawasan dan menumbuhkan rasa percaya diri. “Baru pertama ini saya diberi tanggungjawab yang besar dan ini lebih pada perbaikan diri sendiri,” ujarnya.

Akan tetapi Lia mengakut tidak bisa bekerja sendiri. Ia butuh bantuan dari pemerintah daerah terutama yang terkait dengan perbaikan dan pembangunan infrastruktur pariwisata, air bersih dan jalan menuju lokasi wisata.

Pembenahan infrastruktur wisata bertujuan wisatawan yang berkunjung ke lokasi itu merasa nyaman dan betah. “Infrastruktur pariwisata perlu diperbaiki lagi,” kata Dia.

Ia melihat perbaikan sejumlah tempat wisata di Kupang dan di daerah lain seperti wisata pantai Lasiana menujukkan bahwa komitmen pemerintah membenahi infrastrukur wisata. (gma)

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda