Home / Hukum / Eks Gafatar Asal Namosain Pulang Kampung

Eks Gafatar Asal Namosain Pulang Kampung

Penyerahan Eks Gafatar dari Kepala Kesbangpol NTT Sisilia Sona ke Kota Kupang/Foto: Ellya Djawas
Penyerahan Eks Gafatar dari Kepala Kesbangpol NTT Sisilia Sona ke Kota Kupang/Foto: Ellya Djawas

Bagikan Halaman ini

Share Button

Kupang–Sebanyak tujuh eks anggota Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) diserahkan oleh Kepala Kesbangpol NTT Sisilia Sona kepada Kepala Kesbangpol Kota Kupang Erwan Fanggidae, Kamis (3/2).

Mereka dipulangkan dari Kalimantan ke Kupang setelah pemerintah membubarkan organisasi tersebut. Di antaranya terdapat Ridjal Abdulah, warga RT 09/RW 03 Kelurahan Namosain, Kota Kupang  yang bergabung bersama Gafatar sejak satu tahun terakhir.

“Waktu ikut gafatar, saya masih mahasiswa. Saya tertarik dengan organisasi ini karena visi dan misinya bagus. Ada pekerjaan sosial donor darah dan bhakti sosial, dan pengobatan gratis,” ujarnya.

Kepada wartawan, Abdullah mengaku selama di Kalimantan, mereka bekerja secara swadaya membangun rumah. “Saya dikasih lahan oleh petinggi (Gafatar) di sana,” ujarnya.

Baca Juga :  Aula Rumah Dinas Bupati Alor Ludes Dilalap Api

Namun Abdullah mengaku kecewa karena harus pulang kampung ke Kelurahan Namosain, Kota Kupang. Padahal ia sudah memiliki lahan seluas 12 hektare. “Kami sudah diterima di sana tetapi disuurh pemerintah pulang, akhirnya kami bersedia pulang,” kata Dia.

“Eks gafatar dipulangkan ke daerah masing-masing untuk berkumpul bersama keluarga mereka. Keselamatan dan keamanan mereka dijamin,” kata Erwan kepada wartawan.

Menurutnya pemerntah menjamin keselamatan para eks Gafatar sehingga mereka tidak dikucilkan.

“Kami akan melakukan pembinaan terhadap mantan anggota Gafatar berupa penanaman kembali ideologi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Dia minta masyarakat menerima kembali para anggota eks gafatar dengan merubah sikap dan cara pandang yang llebih toleran, pluralis, moderat dan liberal. “Kami minta eks gafatar yang kembali, dapat diterima agar tidak terjadi aksi-aksi seperti yang terjadi di daerah lain,” katanya. (rr)

Baca Juga :  Menteri Agama Minta Ulama Pelaku Film Porno Dihukum

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda