Home / Humaniora / Dukung Peningkatan Akses Sanitasi di Malaka, Pijar Timur Gelar Pelatihan Wusan

Dukung Peningkatan Akses Sanitasi di Malaka, Pijar Timur Gelar Pelatihan Wusan

Foto: Agus Haru/Plan
Foto: Agus Haru/Plan

Bagikan Halaman ini

Share Button

Betun–Yayasan Pijar Timur Indonesia (YPTI) bersama Pemerintah Daerah (Pemda) Malaka atas dukungan dari Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia) mengadakan Pelatihan Wirausaha Sanitasi (Wusan) untuk masyarakat.

Bertempat di Aula Kantor Camat Malaka Barat, pelatihan berlangsung selama lima hari yang diikuti oleh 120 orang peserta, yang terdiri dari; tukang atau kader desa, Kelompok Kerja Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (Pokja AMPL), dan Sanitarian.

Kegiatan ini merupakan upaya untuk mendukung pemerintah dalam merealisasikan dan mendorong tercapainya target layanan universal akses air dan sanitasi pada tahun 2030, sesuai dengan target SDGs tujuan keenam yakni sanitasi untuk semua.

Peserta mendapatkan gambaran terkait 5 (lima) Pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM), yakni; Stop Buang Air Besar Sembarangan, Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS), Pengelolaan Air Minum/Makanan rumah tangga, Pengelolaan sampah rumah tangga dan Pengelolaan limbah cair rumah tangga.

STBM yang merupakan program nasional ini merupakan sebuah pendekatan merubah perilaku hygiene dan sanitasi melalui pemberdayaan masyarakat dengan metode pemicuan.

Baca Juga :  Bupati TTU Libatkan Wartawan Selidiki Kematian TKW Dolfina ke Malaysia

Proyek dengan nama Winner ini diinisiasi oleh Plan Indonesia dan YPTI sebagai mitra implementasi dan bekerjasama dengan Pemda Belu dan Pemda Malaka. Kegiatan yang sama telah dilaksanakan di Kabupaten Belu yang berlangsung dari tanggal 4 hingga 8 Nopember di Aula Kecamatan Lasiolat dan Koramil Motabuik dengan jumlah peserta 104 orang.

Direktur YPTI, Vinsensius Kiabeda mengatakan; “Kegiatan pelatihan Wirausaha Sanitasi ini bertujuan memberikan keterampilan terkait pembuatan kloset dan juga mal kloset kepada semua peserta pelatihan, sehingga mereka bisa kembali dan mempraktekkan di desa mereka masing-masing,” Vinsen menambahkan, kita juga berharap melalui kegiatan ini akan banyak tukang atau Kader Desa yang memiliki minat untuk membuat kloset untuk memenuhi permintaan di desa mereka.

Vinsen menambahkan, selain pelatihan membuat mal kloset dan kloset, peserta juga mendapat kesempatan untuk langsung praktek pemasangan kloset lewat pembuatan paket jamban di beberapa rumah warga yang belum memiliki jamban keluarga.

Baca Juga :  Wow...Kadis DKP NTT Tertangkap Basah dengan Bawahan

Pemasangan paket jamban ini terdiri dari; pengecoran beton 2 septic tank, pemasangan batako sebagai dinding, pengecoran dudukan kloset yang dilanjutkan dengan pesangan kloset. Yang paling menarik dari sesi ini adalah Kloset yang digunakan untuk pembuatan paket jamban adalah kloset hasil produksi dari peserta pelatihan.

Sementara itu, Sekretaris Camat malaka Barat, Simon Bere saat menutup kegiatan menyampaikan ucapan terima kasih kepada YPTI dan Plan Indonesia dan para fasilitator serta semua pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan Pelatihan Wirausaha Sanitasi ini bisa berjalan baik.

“Saya berharap semua peserta pelatihan bisa membawa pulang ilmu yang sudah didapatkan selama beberapa hari praktek, untuk bisa langsung membuat di rumah masing-masing minimal untuk mendukung kebutuhan kloset dalam desa,” lanjut Simon.

Sanitasi ini sangat penting agar kita terhindar dari berbagai jenis penyakit yang berbasis lingkungan, seperti; Diare, malaria, dan lain-lain. (siaran pers)

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda