Home / Daerah / Dua Gedung Sekolah di Manggarai Barat Diduga Dikerjakan Asal Jadi

Dua Gedung Sekolah di Manggarai Barat Diduga Dikerjakan Asal Jadi

Ilustrasi Sekolah Rusak
Ilustrasi Sekolah Rusak

Bagikan Halaman ini

Share Button

Labuan Bajo–Proyek pembangunan sarana dua unit gedung sekolah yang di peruntukan untuk tiga ruangan kelas di SMP Negri 05 kecamatan Sanonggoang kabupaten Manggarai Barat, NTT senilai Rp675 juta tahun anggaran 2017 itu di kerjakan asal jadi.

Proyek tersebut yang diketahui milik Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Manggarai Barat itu dikerjakan tanpa tender dan diduga kuat atas perintah oknum pejabat di daerah.

Sayangnya meski diurus secarah swakelolah oleh CV Watu Panggal milik Frans Bambang, proyek dana APBN 2017 lalu ini ambruk disapu angin puting beliung.

“Tiga ruangan kelas atapnya melayang. Balok penahan terbongkar. Ada yang patah roboh ke tanah. Untung saja pagi itu para siswa belum masuk kelas,” kisah Kepala sekolah SMP Negri 05 Alexsander Jasni, Jumat (2/2).

Baca Juga :  PMKRI Kupang Deklarasi Dukung Pemilu Damai

Dikatakan Alex, proyek tersebut tidak diketahui besaran dana secara pasti. Sejak dikerjakan pada September 2017, hingga kini semua peralatan berupa kursi dan meja juga belum ada.

“Dananya besar tapi kursi meja sejauh ini belum ada,” katanya.

Hal senada juga di sampaikan Kepala desa Golo Kempo Abdul Malik. Dia mengatakan proyek tanpa tender itu awalnya tidak diberitahu berapa besaran dananya. Saat mulai dikerjakan, pihak pelaksana juga tidak memasang papan nama proyek. Setelah didesak baru di ketahui dananya berkisar Rp675 juta.

Pihak ketiga dari dana itu, kata Abdula, membangun tiga ruangan kelas dan menyiapkan fasitas lain berupa kursi untuk para siswa dan meja belajar.

Baca Juga :  50% Siswa Sekolah Muslim di Kupang Sudah Diberi Vaksin MR

“Sejak proyek itu selesai Desember 2017 kursi dan meja belum di-drop. Hal yang lebih buruk lagi di terpa angin kencang, atap gedung pada terbang semua. Anak siswa terpaksa diungsikan ke seksolah dasar katolik Tado,” tutur Abdul.

Atas peristiwa ini, pihaknya bersama kepala sekolah melaporkan bencana angin ke Bupati Manggarai Barat namun Bupati Agustinus Dula sedang bertugas ke luar wilayah.

“Kami pergi ke kantor Dinas Bencana Alam kabupaten, pejabat itu ada di Kupang. Begitu pun di Dinas Pendidikan. Kita minta agar (dinas terkait) segera membantu merenovasi (gedung sekolah) agar kegiatan belajar mengajar kembali berjalan,” katanya. (sumber: media indonesia/john)

Tags : #

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda