Home / Humaniora / Doktor Wilson Therik Luncurkan Buku ‘Relasi Negara dan Masyarakat di Rote

Doktor Wilson Therik Luncurkan Buku ‘Relasi Negara dan Masyarakat di Rote

wilson

Bagikan Halaman ini

Share Button

Salatiga–Dosen Program Pascasarjana Studi Pembangunan, Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga Dr Wilson MA Therik, SE,MSi meluncurkan buku berjudul ”Relasi Negara dan Masyarakat di Rote.’

Buku ini sesungguhnya Disertasi Doktor Studi Pembangunan yang dipertahankan oleh penulisnya dalam Ujian Terbuka Doktor Studi Pembangunan di UKSW Salatiga pada 14 November 2014.

Buku ini di bagi menjadi empat bagian utama yakni bagian pertama yang merupakan bagian pendahuluan membahas tentang alasan memilih Rote sebagai wilayah penelitian dan pembahasan kepustakaan serta teori-teori terkait relasi negara dan masyarakat di Rote.

Bagian kedua secara khusus membahas tentang sejarah Rote terutama peristiwa perlawanan (protes sosial) yang terjadi di Rote.

Baca Juga :  Prosentase Kelulusan UN SMP di NTT 99,89 Persen

Bagian ketiga mengupas perkembangan civil society dan Pembangunan di Rote baik dari aspek sosial ekonomi, sosial politik maupun sosial budaya.

Bagian keempat adalah bagian penutup yang secara khusus membahas sumbangan teoretis/sintesa teori yang dihasilkan dari penelitian lapangan (field research) yang mana secara singkat dapat kemukakan bahwa menyatunya masyarakat Rote dengan sistem pemerintahan nusak (kerajaan).

Pasalnya keberadaan nusak dipandang sebagai pelindung nilai-nilai sosial dan kultural yang berkembang dalam masyarakat termasuk melindungi sumber daya alam (hutan, mata air, padang pengembalaan untuk hewan) sebagai bagian dari communal property masyarakat Rote.

Kehadiran negara yang kemudian mengalihkan communal property ke private property menjadi alasan mengapa kekerasan digunakan oleh masyarakat Rote dalam menyampaikan aspirasinya pada negara.

Baca Juga :  Ada Pentas Anak Rote di Tasikmalaya

Penelitian ini menemukan bahwa civil society di Rote berbeda dengan hasil penelitian Chandoke (1995), Nordholt (1999), uwondo (2004, 2005), dan Wiloso (2009). Namun demikian ada kesimpulan yang sama bahwa perwujudan civil society menyiratkan adanya gerakan tanpa kekerasan.

Selain dosen, Wilson yang hobi fotografi, juga Research Fellow pada Institute of Resource Governance and Social Change (IRGSC) Kupang dan Focal Point pada Jaringan Peneliti Kawasan Timur Indonesia (JiKTI). Ia juga aktif di Forum Academia NTT dan Pusat Studi Agama, Pluralisme dan Demokrasi UKSW Salatiga. (gma)

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda