Home / Humaniora / Djarum Foundation Gelar Road to Campus di Undana

Djarum Foundation Gelar Road to Campus di Undana

Jurnalis senior Rosianna Silalahi memandu acara Road to Campus di Undana/Foto; Ellya Djawas
Jurnalis senior Rosianna Silalahi memandu acara Road to Campus di Undana/Foto; Ellya Djawas

Bagikan Halaman ini

Share Button

Kupang–Djarum Foundation menggelar program Road to Campus (RTC) 2016 di halaman Gedung Rektorat Universitas Nusa Cendana (Undana), Sabtu (4/6/2016) malam.

Acara bertema ‘Nasionalisme di Garis Batas” ini dihadiri ratusan mahasiswa, dan dosen serta pagawai. Road to Campus (RTC) adalah program pelatihan keterampilan lunak (soft skills) sebagai pelengkap pencapaian akademik (hard skills) mahasiswa.

Latihan ini berupa talk show singkat tentang wawasan kebangsaan yang dikemas interaktif dan menarik di berbagai Perguruan Tinggi. Pada 2016 ini Program Road To Campus digelar di tiga universitas yang berbatasan dengan negara lain yakni Universitas Borneo Tarakan pada 13 Februari 2016, Universitas Musamus Merauke pada 30 April 2016, dan terakhir Universitas Nusa Cendana.

Program Associate Bakti Pendidikan Djarum Foundation Lounardus Saptopranolo RTC di Undana sekaligus rangkaian Program RTC 2016

RTC di Undana tersebut dihadiri sekitar 4.000 mahasiswa. Mereka mendapatkan wawasan nasionalisme dan patriotisme dari tokoh muda terkemuka Indonesia Inayah Wahid. Acara “Bakti Pendidikan Djarum Foundation Road to Campus” ini dipandu pembawa acara dan jurnalis senior Rosianna Silalahi.

Baca Juga :  Putra Menteri Susi Meninggal di Florida

“Road to Campus hadir sebagai bagian dari komitmen kami memberikan soft skills kepercayaan diri dan wawasan kebangsaan pada kaum muda sebagai bagian dari bangsa yang tangguh berkompetisi di era globalisasi,” ujar Lounardus.

Acara Road to Campus/Foto: Ellya Djawas

Acara Road to Campus/Foto: Ellya Djawas

Menurut Saptopratolo, daerah perbatasan merupakan muka, atau halaman depan, dari bangsa kita. Kerena itu, Dia berharap talk show ini memberi pandangan agar kaum muda lebih memiliki percaya diri. “Kalian harus bisa membuktikan bahwa cinta ke bangsa tak bergeming dengan iming-iming bangsa tetangga. Ibarat pekarangan, lihatlah bahwa rumput pekarangan kita, lebih hijau dari halaman tetangga,” ujarnya.

Inayah Wahid, tokoh muda putri presiden RI ke-4 Gus Dur yang aktif di bidang soaial budaya juga menjadi salah satu pembicara dalam acara ini mengatakan Anak muda Indonesia dapat lakukan, khususnya mereka di perbatasan adalah menumbuhkan rasa cinta pada Indonesia. Mensyukuri semua berkah yang sudah kita miliki. Banyak bangsa lain yang tidak memiliki kekayaan seperti yang kita miliki, dan sangat menginginkan apa yang kita punya, sehingga sudah sepatutnya kita bersyukur dan memanfaatkan berkah ini dengan sungguh-sungguh untuk kemajuan bangsa.

Baca Juga :  113 Perupa Tampil di Temu Karya Taman Budaya se-Indonesia

“Apabila rasa cinta dan syukur sudah muncul, maka kita tidak akan fokus pada ‘kemilau tetangga’ lagi, karena kita akan sibuk untuk memberikan yang terbaik buat Indonesia. Kita akan menemukan banyak sekali cara untuk menunjukkan kecintaan kita tersebut lewat apapun yang kita bisa perbuat. Tidak peduli dimana kita berada dan apapun posisi kita, “katanya.

Sementara itu Pater Gregorius Neonbasu SVD, peneliti budaya yang juga pakar antropologi menambahkan: “Bangsa kita, yang sangat kaya dan memliki falsafah Bninneka Tunggal Ika, perlu lebih menekankan ‘bhinneka’ dibandingkan ‘ika’ “Saya mengajak kaum muda untuk merevisit, merejuvenate dan merevitalisasi nilai-nilai luhur kita,” katanya. (rr)

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda