Home / Dunia / Diusir Australia, 65 Imigran Diselamatkan Nelayan Rote

Diusir Australia, 65 Imigran Diselamatkan Nelayan Rote

Bagikan Halaman ini

Share Button

 

Imigran/Foto: Gamaliel

Imigran/Foto: Gamaliel

Kupang–Lintasntt.com: Sebanyak 65 imigran Rohingya, Bangladesh, dan Sri lanka yang akan mencari suaka ke New Zealand ditangkap dan ditahan di atas kapal Australia di Laut Timor selama 10 hari.

Mereka kemudian didorong kembali ke perairan Indonesia hingga terdampar dekat pantai Desa Landu, Kecamatan Rote Barat Laut, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur pada Senin (1/6).

Imigran tersebut kemudian ditolong warga dan nelayan setempat dan diberi pakaian dan makanan sebelum diserahkan ke polisi.  Pada Selasa (2/6) mereka dievakuasi ke Kupang menggunakan kapal cepat dengan pengawalan polisi untuk diserahkan ke Imigrasi.

Di antaranya Kayuran, imigran asal Sri Lanka yang datang bersama istri yang sedang hamil. “Kami lari dengan naik kereta selama tujuh jam dari Cisarua ke sebuah pantai dan naik perahu dari sana menuju ke New Zealand,” ujarnya.

Baca Juga :  Ini Jet Pribadi Michael Schumacher yang Dijual Sang Istri

Dari 65 imigran tersebut, satu orang adalah imigran Rohingya, 54 asal Sri Lanka termasuk empat perempuan dewasa dan tiga anak, dan 10 orang asal Bangladesh. Kayuran mengatakan, ia bersama imigran lainnya naik perahu sejak 20 hari sebelum tiba di Laut Timor. Mereka menyewa sebuah perahu berukuran besar dengan ongkos per orang bervariasi mulai 15.000 dolar Amerika, 10.000 dolar Amerika, 7.000 dolar Amerika, bahkan ada yang hanya membayar 1.000 dolar Amerika.

Kapal yang mengangkut mereka dinakhodai warga Indonesia dengan lima Anak Buah Kapal (ABK). Begitu kapal memasuki perairan Australia dekat Pulau Pasir, dicegat kapal Bea Cukai dan kapal Angkatan Laut Australia. Mereka kemudian dipisahkan ke dua kapal tersebut.

“Kami kemudian dimasukan ke dalam sel di kapal selama 10 hari. Kami menangis karena tidak ada kejelasan mau dikembalikan atau terus ke New Zealand,” kata Dia. Barulah pada hari ke-10, mereka diberikan dua kapal, salah satunya kapal kayu dan kapal fiber untuk berlayar kembali ke Indonesia. “Kami diberikan jeket penolong dan makanan untuk bekal untuk kembali ke Indonesia,” ujarnya.

Baca Juga :  Ayah Tinggalkan Bayinya Tewas Kepanasan di Mobil

Akan tetapi sebelum tiba di Rote, salah satu kapal kehabisan bahan bakar sehingga penumpang kemudian disatukan di dalam satu kapal. Kapal yang kehabisan bahan bakar ditinggalkan begitu saja di tengah laut.

Dia mengatakan mengaku meninggalkan negaranya untuk mencari kehidupan yang lebih baik. “Saya mendengar kabar bahwa di Selandia baru itu kehidupannya sangat baik, kerja bagus dan gajinya pun besar,” katanya. Imigran lainnya, Ragufarman asal Bangladesh mengatakan sudah berada di Indonesia sejak September 2014. “Kami di sana (Bangladesh) susah, kerja sulit dan gajinya pun kecil,” ujarnya. (sumber: mi/palce amalo)

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda