Home / Travel / Disparekraf NTT Gelar Temu Pariwisata di Ende

Disparekraf NTT Gelar Temu Pariwisata di Ende

Bagikan Halaman ini

Share Button
Pelabuhan Udara Aboeroesman Ende, sumber foto: www.hipwee.com

Pelabuhan Udara Aboeroesman Ende, sumber foto: www.hipwee.com

Ende—Lintasntt.com: Meski dalam catatan data kunjungan wisatawan mancanegara dan nusantara yang mengunjungi obyek wisata di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dari tahun ketahun mengalami peningkatan, namun masih ada kekurangan yang kedepannya harus diperbaiki.Kekurangan tersebut adalah kurangnya Hospitality (keramahan) dari masyarakat umumnya dan pelaku pariwisata pada khususnya.

Demikian yang di sampaikan Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf)  NTT, Jaelanu Ardu Marius dalam kegiatan Temu Pemasaran Pariwisata di Pintu Masuk Utama Ende ,Ngada dan Nagekeo, Rabu (29\4) di Hotel Mentari Ende.Dia menyebutkan, hospitalitas atau keramah-tamahan masih sangat kurang dalam diri masyarakat umumnya dan pelaku pariwisata khususnya.

“Kita kurang senyum kepada para wisatawan, padahal ini merupakan salah satu faktor penting dan menjadi daya tarik wisatawan khususnya dari mancanegara untuk mengunjungi obyek wisata yang ada di Nusa Tenggara Timur,”sebut Ardu Marius.

Menjawabi persoalan ini sebutnyan pihaknya dalam waktu dekat ini akan menggelar festival lomba senyum.Festival ini sebut Putera Manggarai ini, merupakan salah satu upaya untuk menyadarkan kembali rasa hospitalitas di tengah masyarakat khususnya bagi para pelaku pariwisata.

“Didalam festival tersebut termaktub di dalamnya keramahtamahan, tutur kata yang lembut tata krama yang baik,”kata Marius. Sejalan dengan itu pihak Dinas Pariwisata dan ekonomi kreatif juga akan memberlakukan English day yang di rencanakan satu hari dalam seminggu yakni setiap hari Jumad untuk menggunakan Bahasa Inggris.

Baca Juga :  Kemilau Batu Cermin dari Labuan Bajo

Dia menyebutkan dalam dunia pariwisata untuk bisa menarik minat wisman butuh komunikasi yang baik. Karena itu kita harus mahir menggunakan salah satu bahasa asing dan salah satunya penggunaan bahasa Inggris.

“Kita rencanakan satu kali dalam seminggu yakni pada Hari Jumad untuk menggunakan bahasa Inggris.Meski terpatah-patah tapi mari kita mencoba kalau kita mau meningkatkan Pariwisata kita,” ujar Marius. Karena itu dia meminta para Kepala Dinas Pariwisata tiap kabupaten untuk memulainya.

Sementara itu Wakil Bupati Ende Djafar Achmad setali tiga uang dengan Kadis Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Jaelamu Ardu Marius menyatakan hal yang sama. Dia menyebutkan masyarakat kita kini mahal untuk memberikan senyum padahal sebutnya tata krama ini penting untuk sebuah industri pariwisata.

“Saya contohkan, hospitalitas kita bisa kita lihat masih kurang, ketika wisman datang mengunjungi daerah kita.Di bandara misalnya sopir Taxi atau travel maupunrental berebutan penumpang bahkan ojekpun demikian. Ini yang salah, mestinya mereka harus ramah,” kata Djafar Achmad.

Baca Juga :  Komisi X DPR Kunjungi Pantai Wisata Lasiana

Ia juga pada kesempatan ini berharap agar ego sektoral dalam pengelolaan wisata tidak mesti ada. Dia mengajak ketiga daerah Ende, Ngada dan Nagekeo untuk duduk bersama membangun kemitraan dalam mengelola pariwisata karena ketiganya merupakan destinasi dengan keunikan masing-masing .

Salah seorang pelaku Pariwisata dari Asosiasi Pelaku Pariwisata Seli Tasso mengeluhkan tidak ada kerja sama antara pemerintah dalam hal ini Dinas tekhnis yakni pariwisata dan para pelaku wisata lainnya. Ia mengakui sekarang ini terkesan antara dinas dan pelaku pariwisata seakan berjalan sendiri, koordinasi lintas sektor tidak pernah terjalin.

“Mestinya stake holder pelaku wisata baik dinas, travel agen, hotel, restoran dan lain-lain harus duduk bersama. Jangan seperti sekarang ini kesannya berjalan sendiri-sendiri,”kata Seli Tasso. Ia juga berharap kerja sama lintas daerah perlu di lakukan sehingga adanya keterpaduan diantara destinasi yang ada di tiga kabupaten ini yakni Ende, Ngada dan Nagekeo.

Ketua Panitia kegiatan Yohanis Nani dalam laporannya mengatakan maksud dan tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan informasi hasil analisa pasar wisatawan yang potensial dan menjadi prioritas, mengembangkan jaringam kerja sama promosi pariwisata, meningkatkan kualitas SDM dan meningkatkan arus kunjungan wisata. (gamaliel)

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda