Home / Humaniora / Diperbudak Paman, Siswa SMP di Kupang Kumpulkan Sampah untuk Makan

Diperbudak Paman, Siswa SMP di Kupang Kumpulkan Sampah untuk Makan

Ilustrasi
Ilustrasi

Bagikan Halaman ini

Share Button

Kupang–Polsek Maulafa, Kota Kupang menyelidiki kasus perbudakan yang dialami seorang siswa kelas I SMP di Kota Kupang berinsial MIB alias Ir, 12, karena diperbudak pamannya, YYS, 40.

Kapolsek Maulafa Kompol Margaritha Sulabesi mengatakan, polisi telah memeriksa pelaku, korban, dan sejumlah saksi.

Menurut Sulabesi, pelaku masih memperlakukan IMB dengan baik pada tahun pertama keponakannya itu tinggal di rumahnya. IMB dibiarkan tinggal sendiri di rumah pamannya di Kelurahan Fatukoa, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang. Tapi, hal berubah saat memasuki tahun kedua.

Pelaku mulai meminta korban melakukan pekerjaan rumah tangga dari subuh hingga malam hari. Korban diminta memasak dan mencari makanan untuk ternak. Tapi, pelaku tak memberikan korban makanan.
Hal itu membuat korban terpaksa menjadi tukang sampah di lingkungan itu.

Baca Juga :  Selama Oktober, 98 Warga NTT Dirawat Akibat Malaria

Korban mengumpulkan sampah dari rumah tetangga untuk dibuang. Para tetangga membayar jasa yang ditawarkan korban. “Uang upah mengumpulkan sampah inilah yang dipakai korban membeli makanan dan minuman,” kata Sulabesi, Kamis (12/3).

Kasus perbudakan itu terungkap setelah MIB menulis pada secarik kertas nasib yang dialamiya kemudian diserahkan kepada salah satu tetangganya yang selanjutnya dilaporkan ke polisi. (kompas)

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda