Home / Humaniora / Dinkes Kota Kupang Luncurkan Program ‘Sehati’

Dinkes Kota Kupang Luncurkan Program ‘Sehati’

Bagikan Halaman ini

Share Button
dokter Ary Wijana

dokter Ary Wijana

Kupang–Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kupang meluncurkan program Sehat Tanpa Korupsi (Sehati) kerjasama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (9/11).

Peluncuran Sehati menyambut peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-51 pada 12 November 2015.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang dokter Ary Wijana mengatakan pada peringatan HKN, akan diluncurkan 10 puskesmas menjadi badan layanan umum daerah (BLUD) yang mulai beroperasi pada Januari 2016. “Launching (peluncuran) 10 Puskesmas menjadi BLUD ini akan dilakukan di Puskesmas Manutapen pada 12 November akan didampingi BPKP NTT,” katanya kepada wartawan.

Sementara itu pada 14 November 2015 akan diluncurkan program Sehati tahap dua yang bekerjasama dan pendampingan langsung oleh KPK. Komisioner KPK dijadwalkan datang ke Kupang saat peluncuran tahap kedua tersebut.

Baca Juga :  Wartawan Sinar Harapan Tutup Usia

“Ini berkaitan dengan pencegahan terhadap kemungkinan kecurangan pengelolaan keuangan dan nakapitasi dari BPJS yang ada di puskesmas nanti. Dan ini akan didampingi oleh KPK,” ungkapnya.

Adapun kegiatan ketiga akan digelar di Grand Mutiara, juga akan diluncurkan penyerahan kendaraan operasional kepala puskesmas sebanyak 11 unit.

Nanti pada 2016, Dinas Kesehatan Kota Kupang akan melakukan beberapa kegiatan untuk antisipasi ancaman Demam Berdarah Dengue (DBD).

Menurut dokter Ary, pihaknya kini sedang mengantisipasi siklus lima tahunan DBD. Pasalnya lima tahun sebelumnya terjadi kejadian luar biasa (KLB) DBD di Kupang.  “Kita akan melakukan gebrak dengan seluruh stakholder mulai Desember bersama-sama sehingga minimal siklus 5 tahun ini bisa ditekan jangan sampai ada kematian lagi,” ujarnya.

Baca Juga :  Ultah ke 23, Bintang Porno ini akan Bercinta dengan 23 Pria

Ia menyebutkan selama lima tahun lalu terjadi 1.297 kasus DBD dan 11 orang meninggal, sedangkan pada 2015 satu penderitra DBD meninggal.

Selanjutnya pada 2016 akan digelar pekan imunisasi Nasional. Seluruh batita dan balita harus mendapat imunisasi lengkap melalui program Kementerian Kesehatan. Ia menyebutkan Pemerintah Kota Kupang sudah mengalokasikan anggaran untuk mendanai Pekan Imuniasi Nasional tersebut. (rr)

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda