Home / Travel / Dinas Pariwisata NTT Perkenalkan Wisata Kebangsaan

Dinas Pariwisata NTT Perkenalkan Wisata Kebangsaan

Kadis Pariwisata Nusa Tenggara Timur Marius Ardu Jelamu
Kadis Pariwisata Nusa Tenggara Timur Marius Ardu Jelamu

Bagikan Halaman ini

Share Button

 

Ende–Dinas  Pariwisata Nusa Tenggara Timur (NTT) bersama Dinas Pariwisata Kabupaten Ende menggelar Bulan Soekarno pasca peringatan hari lahir pancasila 1 Juni 2018.

Bulan Soekarno diisi dengan pagelaran seni dan budaya dan ekoturisme yang berlangsung mulai 1-9 Juni. Pentas budaya menampilkan seni dan tari berbagai etnis yang bermukim di Ende, ekoturisme, lomba pidato, dan seminar kebangsaan. Kegiatan ini juga menggandeng Dinas Peternakan Ende untuk melakukan vaksinasi rabies dan kolera di daerah itu.

“Kami ingin menanamkan rasa kecintaan anak muda terhadap ekoturisme dengan melakukan treking di Gunung Meja di Ende,” kata Kadis Pariwisata Nusa Tenggara Timur Marius Ardu Jelamu di Ende, Jumat (1/6) sore.

Baca Juga :  Makan Malam di Kampung Ujung Labuan Bajo...

Kegiatan tersebut bertujuan merawat toleransi dan keberagaman serta mendorong masayarakat belajar tentang sejarah perjuangan bangsa yang diharapkan mempertebal rasa kebanggaan terhadap Tanah Air.

Menurut Marius, Bulan Soekarno tidak hanya menyedot wisatwan lokal tetapi juga wisatawan asing. Wisatawan yang datang ke sana, tidak hanya menonton pagelaran seni dan budaya tetapi juga mengunjungi obyek wisata di Ende antara lain Danau Tiga Warna Kelimutu dan Kampung Adat Wolotopo di Kecamatan Ndona.

Semakin bertambahnya wisatawan berkunjung ke Ende, akan mengenjot industri ekonomi kreatif di masyarakat.

Marius menyebutkan saat ini NTT memiliki empat top even wisata yang sudah menjadi branding internasional yakni Parade 1001 kuda sandelwood, festival komodo, tour de flores, festival fulan fehan. Kita terus memperbesar marketing pariwisata dengan memperbanyak even-even di seluruh kabupaten.

Baca Juga :  Ayo, Vote Elisabeth di Kontes Putri Pariwisata Indonesia 2015

“Kalau ribuan orang berkumpul di satu wilayah seperti yang terjadi pada rangkaian peringatan hari lahir pancasila, dampak ekonomi di masyarakat besar sekali,” ujarnya. (sumber: mi/palce amalo)

 

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda