Home / Travel / Dinas Parekraf NTT Gelar ToT Pengembangan Sadar Wisata

Dinas Parekraf NTT Gelar ToT Pengembangan Sadar Wisata

Bagikan Halaman ini

Share Button
Budi Setiawan dari Sekolah Tinggi Pariwisata Sahid

Budi Setiawan dari Sekolah Tinggi Pariwisata Sahid/Foto: gamaliel

Kupang–Lintasntt.com: Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Nusa Tenggara Timur menggelar bimbingan teknis Penyuluhan Pengembagan Sadar Wisata dan Potensi Masyarakat Destinasi Pariwisata dalam bentuk Training of Trainer (ToT) di Kupang, Rabu (26/8).

Bimbingan Teknis TOT ini bertujuan untuk memberikan penyuluhan pengembangan aksi sadar wisata dan potensi masyarakat sebagai destinasi Pariwisata yang diberikan kepada pelaku pariwisata, pejabat membidangi pariwisata, dan wartawan.

Selanjutnya peserta akan menjadi trainer yang akan melatih pelaku pariwisata di seluruh kabupaten dan kota di Nusa Tenggara Timur.

Kepala Dinas Parekraf NTT Marius Ardu Jelamu mengatakan pemabngunan kepariwisataan diarahkan untuk mewujudkan prinsip pembangunan inklusif sebagaimana amanah sila kelima Pancasila yakni mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Baca Juga :  Garuda Travel Fair Digelar Pertama Kali di Kupang

Hal itu sejalan dengan amanah Undang-Undang (UU) Nomor 10 tahun 2009 tentang Kepariwisataan yang dalam pertimbangannya menyebutkan bahwa pembangunan kepariwisataan diperlukan untuk mendorong pemerataan kesempatan berusaha dan memperoleh manfaat serta mampu menghadapi tantamgan perubahan kehidupan lokal, nasional, dan global.

Pemberdayaan masyarakat merupakan alat untuk memastikan pembangunan kepariwisataan memberikan manfaat bagi sekitar destinasi pariwisata, pembangunan kepariwisataan merupakan integrasi antara pembangunan sarana dan prasarana daya tarik serta manusia di destinasi pariwisata.
Ia menyebutkan adanya sadar wisata akan tercipta kondisi kondusif bagi wisatawan untuk berwisata, dalam konteks pemberdayaan masyarakat di destinasi pariwisata di lihat sebagai sarana untuk mendorong masyarakat berpartisipasi aktif membangun destinasi pariwisata yang berdaya saing (product development).

Baca Juga :  201 Pebalap Tour de Flores Tiba di Maumere

Workshop tersebut menghadirkan sejumlah pembicara antara lain Budi Setiawan dari Sekolah Tinggi Pariwisata Sahid, Jakarta. Ia mengatakan kegiatan ini penting untuk peningkatan kapasitas masyarakat di destinasi wisata.

Selain itu memberikan pemahaman mengenai konsep peningkatan kapasitas usaha bidang pariwisata sehingga masyarakat mendapat keuntungan sebesar-besarnya dari kegiatan kepariwistaan tesebut. (gma)

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda