Home / Dunia / Didenda Rp60 Juta dan Lengkapi Dokumen, TNI AU Lepas Pesawat Asing

Didenda Rp60 Juta dan Lengkapi Dokumen, TNI AU Lepas Pesawat Asing

Bagikan Halaman ini

Share Button
Foto: Gamaliel

Foto: Gamaliel

Kupang—-Lintasntt.com: Pesawat asing yang dipaksa mendarat di Bandara El Tari Kupang, Nusa Tenggara Timur oleh pesawat tempur Sukhoi milik TNI Angkatan Udara, telah diizinkan melanjutkan penerbangan ke Australia pada Senin (3/11) sekitar pukul 22.42 Wita.

Dengan demikian sejak dipaksa turun pada pukul 14.27 Wita, kru pesawat telah menjalani pemeriksaan selama lebih kurang delapan jam.

Kepala Penerangan Pangkalan TNI Angkatan Udara El Tari Kupang, Kapten Sigit mengatakan, pesawat dilepas setelah Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta melengkapi dokumen surat izin terbang (Flight Clearance) di wilayah Indonesia, dan membayar denda Rp60 juta yang akan disetor ke kas negara.

Sesuai Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan dan Keputusan Dirjen Perhubungan Udara, pesawat dikenakan denda karena masuk wilayah NKRI tanpa izin. “Semua sudah clear yakni denda dan surat izin terbang, kemudian makan malam kemudian kami lepas untuk terbang,” ujarnya.

Baca Juga :  Amerika Serikat Dukung Aksi Israel di Jalur Gaza

Menurutnya pesawat tidak mengangkut barang berbahaya. Kekurangan pesawat hanya tidak memiliki izin terbang di wilayah Indonesia. “Karena tidak punya izin dikenakan denda,” tambahnya.

Pesawat jenis Gulfstream IV dengan nomor penerbangan HZ-03 terdeteksi radar TNI Angkatan Udara di Makassar, Sulawesi Selatan sekitar 82 mil di selatan Kupang. Pesawat tersebut dianggap terbang gelap karena memiliki izin. TNI kemudian mengirim dua pesawat tempur untuk memaksa pesawat mendarat. Setelah mendarat, seluruh kru dan penumpang diturunkan untuk menjalani pemeriksaan oleh penyidik pegawai negeri sipil (PPNS).

Pesawat mengangkut 13 orang termasuk kru yang terdiri dari dua pilot Waleed Abdul Aziz dan Abdullah Aziz Ibrahim, dua co-pilot Muhammed Suliman dan Muhammed Saud, dan pramugari Kaitouni Oulaya dan Safa. Kemudian penumpang yakni Muhammed Dhafir, Sami Amadh, Muhammed Abdulah, Hussin Ali, Khalid Mushabbad, Atiah Ayed, dan Domino Domingo.

Baca Juga :  Luncurkan Rudal dari Kapal Selam, Korea Utara akan Serang Korsel dan Amerika?

Sesuai pengakuan pilot Waleed Abdul Azis, tujuh penumpang pesawat berasal dari pemerintah Arab Saudi. Mereka adalah tim pendahulu yang akan mempersiapkan kunjungan pengeran Kerajaan Arab Saudi ke Australia. (gba)

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda