Home / Travel / Devisa Sektor Pariwisata Terus Meningkat

Devisa Sektor Pariwisata Terus Meningkat

Pink Beach di Komodo/Foto: Indonesiatravel
Pink Beach di Komodo/Foto: Indonesiatravel

Bagikan Halaman ini

Share Button

Jakarta–Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Mirza Adityaswara mengatakan pariwisata akan menjadi sumber devisa baru menggantikan batubara dan kelapa sawit.

“Kita harus temukan sumber devisa baru, dan saat ini pemerintah sudah sangat serius mendorong pariwisata,” ujarnya ketika menjadi pembicara kunci dalam Pelatihan Wartawan Bank Indonesia di Jakarta, Senin (20/11).

Dia menyebutkan batubara dan kelapa sawit termasuk dalam 10 komoditas ekspor Indonesia yang memberikan devisa terbanyak di luas gas. Batubara pernah menyumbang 49% dari total nilai ekspor, namun merosot setelah pasar di Tiongkok diambilalih negara lain.

Selain itu, Tiongkok juga telah beralih ke green energi seperti energi air, angin, dan matahari, yang mengakibatkan kebutuhan batubara berkurang. Sedangkan Pemerintah Inggris mewajibkan mobil di negara itu menggunakan energi listrik. Kebijakan ini berlaku mulai 2040.

Baca Juga :  Peserta Tour De Timor Indonesia Dilepas dari Atambua

Keseriusan pemerintah mendorong pengembangan sektor pariwisata mendatangkan devisa yang lumayan besar. Menurut Dia, pada 2016 devisa sektor ini mencapai 13,5 juta dolar Amerika per tahun dan menempati nomor dua penyumbang devisa terbesar. Pada 2015, sektor pariwisata masih menjadi penyumbang devisa terbesar keempat.

Namun devisa dari sektor pariwisata sebesar itu masih di bawah sejumlah negara di Asean seperti Singapura mencapai 18,1 miliar dolar per tahun dan Thailand 49,9 miliar dolar per tahun.

Menurutnya pembukaan pembukaan jalur penerbangan langsung dari luar negeri ke sejumlah lokasi wisata seperti ke Labuan Bajo di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, dan penambahan landasan pacu bandara bertujuan mendorong peningkatan kunjungan wisatawan.

Baca Juga :  Senator Andrianus Garu Promosikan Pariwisata NTT di Eropa

Namun Dia mengingatkan setiap tahun devisa yang keluar berkisar antara 30-32 miliar dolar antara lain untuk membayar deviden. “Wartawan mesti memperbanyak berita ekonomi sehingga mendorong peningkatan investasi di daerah. Untuk menambah lapangan kerja juga butuh investasi,” ujarnya. (sumber: mi/palce amalo)

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda