Home / Politik / Demokrat Minta Rakyat NTT Tidak Terprovokasi

Demokrat Minta Rakyat NTT Tidak Terprovokasi

Jumpa Pers Partai Demokrat/Foto: Winston Rondo
Jumpa Pers Partai Demokrat/Foto: Winston Rondo

Bagikan Halaman ini

Share Button

Kupang–Ketua DPP Partai Demokrat Kastorius Sinaga minta masyarakat tidak terprovokasi terkait pernyataan Ketua Fraksi NasDem DPR Viktor Laiskodat yang dinilai merugikan Partai Demokrat.

“Masyarakat NTT tetap tenang dan menjaga perdamaian dan keharmonisan dengan tidak terprovokasi oleh pernyataan politik dari tokoh tertentu yang hendak mengganggu keharmonisan masyarakat NTT,” kata Sinaga lewat siaran pers yang diterima Lintasntt.com dari DPD Partai Demokrat NTT, Jumat (4/8/2017).

Dia menyebutkan, Partai Demokrat dituduh tidak mendukung Perpu Perbubaran Ormas Radikal, tidak boleh diberi ruang di NTT). Dia menyebutkan pernyataan itu disampaikan di Aula Alfa Omega, Tarus, Kabupaten Kupang pada Rabu (2/8/2017).

Menurut Sinaga, ajakan kepada rakyat NTT untuk tidak mendukung dan tidak memberi tempat kepada Partai Demokrat di NTT diduga berkaitan dengan kontestasi demokrasi yang segera akan berlangsung di NTT, yakni pilkada gubernur dan pilkada di 10 kabupaten.

Baca Juga :  Pleno Penetapan Calon Wali Kota Kupang Digelar Tertutup

“Ada keinginan dari kekuatan politik tertentu agar kader-kader terbaik Partai Demokrat tidak memimpin dan tidak ikut kontestasi dalam pilgub dan pilkada 10 kabupaten. Langkah ini sungguh kami sesalkan karena dapat menyesatkan dan hanya ingin menjauhkan partai demokrat dari rakyat NTT,” kata Dia.

Menurutnya, Partai Demokrat mulai dari tingkat nasional sampai daerah mendukung setiap ikhtiar pemerintah untuk menutup pintu terhadap tumbuh kembangnya ormas-ormas radikal di masyarakat yang secara tegas menolak ideologi Pancasila, NKRI, UUD 1945 dan Anti kebhinekaan.

“Bagi Partai Demokrat,seluruh wilayah Republik Indonesia, Pancasila, UUD 1945; NKRI dan kebhinekaan adalah harga mati,” ujarnya. Ketua DPP (gma/siaranpers)

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda