Home / Timor / Delapan Kecamatan di TTS Belum Berlistrik

Delapan Kecamatan di TTS Belum Berlistrik

Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 70 Kv Bolok-Maulafa-Naibonat-Nonohonis/Foto: Gamaliel
Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 70 Kv Bolok-Maulafa-Naibonat-Nonohonis/Foto: Gamaliel

Bagikan Halaman ini

Share Button

Kupang—Masih banyak kecamatan di Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur belum berlistrik.

Dari 32 kecamatan di kabupaten yang berjarak sekitar 110 kilometer di timur Kota Kupang itu, baru 24 yang teraliri listrik. Sisanya delapan kecamatan masih gelap gulita.

“Daerah ini menyimpan banyak potensi yang memikat investor untuk berinvestasi. Sayangnya kapasitas listrik hanya 5,4 Mw sehingga menjadi tantangan bagi aktivitas investasi,” kata Paul VR Mella, Rabu (25/5).

Karena itu Dia menyambut gembira atas peresmian beroperasinya Gardu Induk 1×20 MVA Nonohonis dan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 70 Kv Bolok-Maulafa-Naibonat-Nonohonis pada Selasa (24/5)

Gardu Induk dan SUTT tersebut diresmikan oleh Direktur Bisnis PLN Regional Sulawesi dan Nusa Tenggara PT PLN (Persero) Machnizon Masri, didampingi General Manager Unit Induk Pembangunan XI, Octovianus Padudung, dan General Manager PLN Wilayah NTT Richard Safkaur.

Baca Juga :  Kota Kupang Diduga Pilih Kasih soal Proyek Jalan Hotmix 30 KM

Machnizon mengatakan PLN menargetkan pada 2019 rasio elektrifikasi di NTT mencapai 95%. Upaya menuju arah tersebut, katanya, dimulai dengan alokasi tambahan pembangunan pembangkit sebagai kelanjutan program 10.000 megawatt (Mw) maupun program 35.000 Mw. Di antaranya tambahan PLTU Independent Power Producer (IPP) atau listrik swasta 2×15 Mw dan Kapal Listrik 60 MW yang akan memperkuat Sistem Timor.

Selain itu sampai 2019, NTT mendapat tambahan pembangkit listrik sebesar 225 Mw yang tersebar di Kupang 140 Mw, Rote 5 Mw, Alor 10 Mw, Maumere 40 Mw, Labuan Bajo 20 Mw, dan Waingapu 10 Mw.

Adapun rasio elektrifikasi NTT saat ini 58% dan target 2019 menjadi 80% Pemerintah akan melaksanakan Program Indonesia Terang (PIT) dengan alokasi untuk NTT sebesar 35 Mw. Program tersebut untuk menjangkau daerah-daerah terisolir yang belum terlistriki oleh PLN.

Baca Juga :  Camat dan Lurah di Kupang Cek Kualitas Beras Bulog

General Manager PLN Wilayah NTT Richard Safkaur mengatakan masih banyak wilayah di NTT yang belum menikmati listrik. Rasio elektrifikasi di Timor Tengah Selatan misalnya sebesar 44,25%. “PLN Wilayah NTT terus berupaya mendapatkan tambahan anggaran dari APBN maupun anggaran PLN untuk terus menambah kapasitas pembangkit dan perluasan jaringan ke wilayah-wilayah yang belum berlistrik,” kata Safkaur. (gma)

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda