Home / FICER / David, Kami Tak Mampu Berpisah…

David, Kami Tak Mampu Berpisah…

Bagikan Halaman ini

Share Button
David Hartono/Foto: Dokumen Keluarga

David Hartono/Foto: Dokumen Keluarga

“CE Ting, saya pamit dulu.“ Itu pesan terakhir David Hartono, 23, salah satu penumpang Pesawat Air Asia QZ8501, asal Kalabahi, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur, yang hilang dalam penerbangan Surabaya-Singapura, Minggu (28/12).

Pesan itu disampaikan kepada Titin Siahaan, sepupu David yang sering dipanggil dengan sebutan Ce Ting. David mengatakan itu pada Minggu subuh sebelum ia bergegas naik pesawat dari Bandara Mali menuju Bandara El Tari Kupang, sebelum melanjutkan penerbangan ke Surabaya.

Bagi Titin, pesan itu terbilang aneh karena David kalau ke mana-mana biasanya ia bilang “Saya pulang dulu,“ jelasnya, kemarin. Tidak biasa ia pamit seperti itu. Sampai Senin (29/12) pukul 13.00, pesawat yang mengangkut 155 penumpang itu belum ada tanda-tanda ditemukan.

Lebih aneh lagi, beberapa malam sebelumnya, Andre Hartono, adik laki-lakinya bermimpi David kehilangan telepon seluler di lapangan badminton. Kemudian, muncul mendiang ayahnya menghibur David dan mengajaknya main badminton. “Nah, malam sebelum David berangkat ke Surabaya, ia benar-benar kehilangan handphone di rumahnya dan baru ditemukan saat akan berangkat,“ ujar Titin dengan mata berkaca-kaca.

Baca Juga :  Hidup Mandiri di Batas Negeri

David yang kini menjadi tulang punggung keluarga setelah kepergian ayahnya, punya firasat tersendiri sehingga ia pun perlu menitipkan pesan seperti itu. Tidak itu saja, seluruh karyawan di Toko Omega, milik orangtuanya, juga ia menyebutkan kalimat yang sama. “Kepada seisi rumah dan karyawan, dia bilang `saya pamit dulu’,“ kata Titin.

Banyak firasat sebelum kepergian sang sulung itu ke Singapura. Firasat lain, seperti raket yang ia digunakan bermain badminton putus, bahkan sampai 3 raket. “Dia juga tidak pernah minta apa-apa dari saya, tetapi 1 minggu lalu, David datang ke rumah minta dimasaki babi guling dan ia makan bersama teman-teman pemain badminton,“ ujarnya.

Tidak hanya Titin, dua saudaranya dan sang ibunda kini sudah tiba di Surabaya, Jawa Timur, untuk mencari kabar putranya. Mereka diliputi kecemasan. “Saya sangat berharap dia dan seluruh penumpang selamat,“ ujarnya.

Baca Juga :  Menjaga Harmonisasi di Antara Suku-Suku

Titin mengatakan sepupunya berangkat ke Singapura bersama 3 rekannya asal Surabaya untuk berlibur. Baru-baru ini mereka menjuarai kontes modifikasi mobil di Surabaya. Mereka pergi untuk merayakan kemenangan tersebut. David yang tergabung dalam klub Mobil Sport Option, sebelumnya pernah menjuarai kontes yang sama di Jakarta.

Karena itu, keluarga, rekan-rekan, dan karyawan dibalut suasana haru sejak kabar hilangnya pesawat yang ditumpangi David.Tidak sedikit dari temanteman sesama pemain badminton tak kuasa meneteskan air mata.“Teman-temannya syok dan sedih, “ kata Titin. (sumber: mediaindonesia/palce amalo)

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda