Home / Daerah / Dana Desa Siap Dikucurkan untuk Program Eliminasi Malaria

Dana Desa Siap Dikucurkan untuk Program Eliminasi Malaria

Monitoring dan evaluasi percepatan eliminasi malaria Nusa Tenggara Timur 2023/Foto: Lintasntt.com
Monitoring dan evaluasi percepatan eliminasi malaria Nusa Tenggara Timur 2023/Foto: Lintasntt.com

Bagikan Halaman ini

Share Button

 

Kupang–Kabid Bina Pemerintahan Desa, Dinas Pembangunan Masyarakat Desa (PMD) Nusa Tenggara Timur (NTT) Sarabit Abdul Fatah mengatakan dana desa bisa dialokisakan untuk mendanai program eliminasi malaria.

“Untuk persoalan yang terkait dengan kesehatan, dana desa boleh dimanfaatkan karena sudah diatur dalam permendes,” kata Sarabit dalam pertemuan monitoring dan evaluasi percepatan eliminasi malaria Nusa Tenggara Timur 2023 di Kupang, Selasa (27/2).

Untuk pemanfaatan dana desa, menurut Sarabit, harus diputuskan dalam kegiatan musrembangdes kemudian dilaporkan ke kecamatan dan kabupaten. “Musrembangdes juga harus dihadiri oleh kader-kader kesehatan di desa karena mereka yang memahami kebutuhan yang berhubungan dengan program eliminasi malaria,” ujarnya.

Menurutnya dana desa mendanai program-program prioritas di desa, termasuk yang berhubungan dengan program pembangunan ekonomi.

Baca Juga :  Warga Miskin Perkotaan di NTT Bertambah

Diskusi yang digelar Dinas Kesehatan NTT bersama Kementerian Kesehatan tersebut membahas pengentasan malaria di Nusa Tenggara Timur yang dijadwalkan tuntas pada 2023.

Nusa Tenggara Timur masih tercatat sebagai salah satu provinsi dengan daerah endemis tertinggi selain Papua dan Papua Barat.

Namun selama 2006-2016, pemerintah berhasil menurunkan kasus malaria hingga 76,10%, namun penurunan kasus malaria belum signifikan karena kabupaten yang penurunan kasus tertinggi hanya empat yaitu Sikka 91,30%, Sabu Raijua 91,10%, Flores TImur 76,6%, dan Ende 75,5%.

Sedangkan kabupaten dengan penurunan kasus malaria kategori sedang sumba tengah 74,60%, Manggarai Timur 72,70%, Malaka 70,70%, TTU 67,10%, Sumba TImur 66,60%, Ngada 57,50%, Manggarai Barat 57,30%, Sumba Barat Daya 53%.

Baca Juga :  Alumni GMNI NTT Kerja Bhakti di Masjid dan Katedral Ende

Kabupaten dengan penurunan kasus malaria kategori terendah Lembata 47,70%, Sumba Barat 43,10%, TTS 42%, Kabupaten Kupang 38,60%, Nagekeo 38,40%, Belu 32,2%, Rote Ndao 31%, Kota Kupang 24,5%, Alor 15,7%, dan Manggarai 0%. (gma)

Tags : #

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda