Home / Daerah / Curah Hujan Rendah, Petani TTU Terancam Gagal Tanam

Curah Hujan Rendah, Petani TTU Terancam Gagal Tanam

Curah Hujan Minim, Petani di Persawahan Oepoi, Kota Kupang Belum Menanam Padi/Foto: Lintasntt.com
Curah Hujan Minim, Petani di Persawahan Oepoi, Kota Kupang Belum Menanam Padi/Foto: Lintasntt.com

Bagikan Halaman ini

Share Button

Kupang–Ratusan petani di Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur terancam gagal tanam akibat curah hujan yang sangat minim.

Sampai Kamis (13/2) petani di daerah itu belum mengolah lahan untuk menanam padi. Mereka berasal dari desa-desa yang tersebar di 11 dari 24 kecamatan di daerah itu. “Para penyuluh sedang berupaya mengarahkan masyarakat agar menanam kacang hijau umur pendek,” kata Bupati Timor Tengah Utara Raymundus Fernandes saat dihubungi.

Raymundus mengatakan dalam waktu dekat, pemerintah akan membagikan bibit tanaman umur pendek kepada petani. Raymundus juga minta pemerintah provinsi turut membantu warganya yang
terancam menderita krisis pangan karena tidak dapat mengolah lahan untuk menanam padi. “Kita akan mengalami paceklik sekitar September jika petani gagal tanam,” ujarnya.

Baca Juga :  Cuaca Buruk, Seluruh Armada Fery di Kupang Tidak Berlayar

Saat ini, para kepala desa, camat, dan dinas pertanian mengumpulkan data petani korban kekeringan dan lahan mereka sebelum melakukan intervensi seperti pembagian benih gratis.

Di tempat terpisah, Kepala Desa Sarabau, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, Belmindo Roberto mengatakan petani di desa setempat belum mengolah sawah.  “Kami khawatir petani tidak bisa menanam lagi karena curah hujan rendah,” ujarnya.

Dia mengatakan hujan di daerah itu umumnya berlangsung hingga Maret. Jika hujan tidak turun dalam waktu dekat, lanjut Belmindo, pemerintah mesti mewaspadai ancaman krisis pangan. Untuk tanaman lainnya seperti jagung dan kacang-kacangan sudah ditanam sejak Januari, bahkan beberapa petani sudah menanam sejak Desember.

Baca Juga :  Gubernur NTT Hukum Dua Pejabat Bank NTT Squat Jump

Dia mengatakan petani yang belum menanam padi bukan saja berasal dari Sarabau tetapi desa tetangga seperti  Silawan, Sulakadi, Sadi, Takirin, dan Dafala. Kondisi yang sama terlihat di Persawahan Oepoi di Kelurahan Oebufu, Kota Kupang lantaran kekurangan air. Namun, sejumlah petani mulai menganti tanaman padi dengan tanaman lainnya yang tidak membutuhkan banyak air seperti sawi dan kangkung. (mi)

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda