Home / Sport / Chris John Gelar Kejuaraan Dunia Tinju di Kupang

Chris John Gelar Kejuaraan Dunia Tinju di Kupang

Mantan juara dunia tinju Chris John (kiri) bersama promotor tinju Elisabeth Liu (tengah) dan Ketua Yayasan Chris John Foundation Zaharudin Harris, Selasa (2/6) menyampaikan keterangan kepada wartawan terkait kejuaraan dunia tinju yang digelar di Kupang, Nusa Tenggara Timur mulai 5-7 Juni 2019/Foto: lintasntt.com
Mantan juara dunia tinju Chris John (kiri) bersama promotor tinju Elisabeth Liu (tengah) dan Ketua Yayasan Chris John Foundation Zaharudin Harris, Selasa (2/6) menyampaikan keterangan kepada wartawan terkait kejuaraan dunia tinju yang digelar di Kupang, Nusa Tenggara Timur mulai 5-7 Juni 2019/Foto: lintasntt.com

Bagikan Halaman ini

Share Button

Kupang–Mantan juara dunia tinju Chris John menggelar kejuaraan dunia tinju di Gedung Olahraga (GOR) Flobamora di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur mulai 5-7 Juli 2019.

Kejuaraan bertajuk ‘Border Battle 2019’ digelar Chris Foundation, yakni yayasan yang didirikan untuk
mencari, mendidik, membina dan menciptakan juara-juara dunia baru di olahraga tinju.

“Kami mengadakan pertandingan tinju di Kupang, yang menurut saya potensinya sudah bagus, dinaikkan untuk mencari juara-juara dunia,” kata Chris John dalam jumpa pers di Kupang, Selasa (2/7) petang. Sedangkan promotor kejuaraan ini adalah Fahiluka Surya Production dari Atambua, Kabupaten Belu.

Kejuaraan tinju ini terdiri dari tiga pertandingan internasional dan 15 pertandingan amatir, serta tiga partai tambahan antara petinju NTT melawan petinju dari Timor Leste.

Baca Juga :  Fary Resmikan Lapangan Futsal Internasional di Atambua

Adapun tiga pertandingan internasional tersebut memperebutkan gelar juara light flyweight IBO World Title antar petinju Tibo Monabesa asal NTT melawan petinju Omari Kimweri asal Victoria, Australia.

Selanjutnya perebutan gelar juara super feather IBO International and WBC Asia Title antara petinju Defri Palulu dari NTT melawan Panya Uthok dari Thailand, dan perebutan gelar juara kelas super lightweight IBO Oceania and WBC Asia Title antara petinju John Ruba asal NTT dan petinju Joepher Montano dari Filipina.

Chris yang berhasil mempertahankan juara dunia tinju 18 kali berturut-turut tersebut menyebutkan NTT memiliki banyak petinju dengan bakat dan fisik yang sudah bagus, namun potensi tersebut harus dimaksimalkan, di antaranya lewat pertandingan tersebut.

Baca Juga :  Dovizioso Raih 'Pole Position', Rossi dari Urutan 8

“jadi di situ saya merasa bekin kejuaraan tinju di NTT, dan ini adalah suatu momen yang berharga untuk perebutan juara dunia,” ujarnya.

Ajang ini dijadwalkan dihadiri Menteri Imam Nahrawi dan Gubernur NTT Viktor Laiskodat, serta dan Ketua Umum PP Pertina Brigjen Johanis Asadoma yang juga Wakapolda NTT.

Ajang yang ditargetkan ditonton sekitar 20.000 orang itu juga digelar pertandingan eksibisi antara gubernur Viktor Laiskodat melawan Chris John. Dia berharap ajang itu melahirkan juara dunia tinju baru dari Indonesia.

“Sudah beberapa tahun juara dunia tinju dari Indonesia tidak ada, salah satu alasannya kurangnya even,” katanya. (mi)

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda