Home / Nasional / Cegah Korupsi di NTT, KPK Bentuk Komite Advokasi Daerah

Cegah Korupsi di NTT, KPK Bentuk Komite Advokasi Daerah

Foto: Wilson Boymau
Foto: Wilson Boymau

Bagikan Halaman ini

Share Button

 

Kupang–Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membentuk Komite Advokasi Daerah (KAD) di Kupang Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk mencegah korupsi di sektor swasta, Selasa (12/9).

Direktur Gratifikasi KPK Giri Suprapdiono mengatakan Komite Advokasi Daerah menjadi wadah komunikasi, sharing dan advokasi advokasi antara para pelaku usaha dengan regulator, asosiasi maupun lembaga swadaya masyarakat untuk mewujudkan tujuan KPK dalam memberantas korupsi.

“Advokasi bukan pembelaan hukum tetapi menjembatani antar korporasi dan regulator untuk memecahkan persoalan yang dihadapi,” katanya.

Menurutnya Peraturan Mahkamah Agung Nomor 13 Tahun 2016 tentang Tata Cara Penanganan Perkara Tindak Pidana oleh Korporasi menjadi acuan dalam upaya pencegahan tindak pidana korupsi di kalangan pelaku usaha dengan memanfaatkan wadah KAD.

Baca Juga :  Dua Pesawat Batal Mengudara dari El Tari

“Nanti dalam KAD dibentuk forum kelompok kerja anti korupsi (Anti-Corruption Warking Group/ACWG). Tujuannya untuk membahas rencana aksi yang sudah ditetapkan dalam KAD guna menghasilkan rekomendasi bagi perbaikan bisnis atau perijinan yang nenjadi permasalahan,” jelasnya.

Wakil Gubernur NTT Benny Litelnoni yang hadir dalam pembukaan KAD tersebut mengatakan upaya pencegahan sangat penting untuk memutus mata rantai tindak pidana korupsi. Apalagi, KPK memiliki kewenangan dalam melakukan koordinasi, supervisi (pengawasan), monitoring, pencegahan, penyelidikan, penyidikan dan penuntutan dalam perkara korupsi.

Melalui wadah yang dibentuk KPK, dapat dimanfaatkan bagi terciptanya tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih serta akuntabel. “Saya berikan apresiasi yang tinggi kepada KPK sehubungan dengan upaya pencegahan korupsi di NTT. Kita berkomitmen agar melalui wadah KAD, dapat melakukan pencegahan korupsi secara profesional dan berintegritas,” katanya. (gma/MI)

Baca Juga :  Nelayan Asing Curi Ikan di Perairan Kolbano

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda