Home / Humaniora / Cakupan Imunisasi MR di Permukiman Muslim NTT Hanya 9,04%

Cakupan Imunisasi MR di Permukiman Muslim NTT Hanya 9,04%

Sosialisasi Imunisasi MR di SD Darul Hijrah/Foto: Lintas
Sosialisasi Imunisasi MR di SD Darul Hijrah/Foto: Lintas

Bagikan Halaman ini

Share Button

Kupang–Cakupan imunisasi measles-rubella (MR) di permukiman muslim di Nusa Tenggara Timur (NTT) sampai Jumat (14/9) tercatat hanya 9,04%.

Rendahnya cakupan MR di daerah itu lantaran orang tua belum bersedia menyerahkan anak-anak mereka untuk diberi vaksin, lantaran produk dari Serum Institute of India (SII) itu
dianggap haram.

Padahal generasi muda muslim di daerah itu terancam penyakit rubela jika mereka tidak diberi vaksin.

Anak-anak yang tertular virus MR, dapat menularkan kepada ibu hamil sehingga bisa berdampak keguguran terutama pada trimester pertama. Anak yang dilahirkan pun akan mengalami kelainan jantung, katarak kongenital, tuli, keterlambatan perkembangan, dan kerusakan jaringan otak.

Saat ini imunisasi MR menjadi satu-satunya jalan untuk mencegah dua penyakit tersebut. Imunisasi MR akan berakhir pada 30 September 2018.

Baca Juga :  12 Siswa Miskin Ditolak Masuk SMA 9 Kupang

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Kupang Haji Muhammad MS mengatakan vaksin MR sangat penting bagi anak karena penularannya bisa berakibat cacat seumur hidup. “Kami melihat bahaya yang akan timbul jika anak-anak tidak diberi vaksin MR. Karena itu saya mendorong anak-anak segera diberi vaksin MR,” kata Haji Muhammad MS.

Untuk cakupan MR di permukiman muslim per kabupaten, antara lain Sabu Raijua tercatat hanya 0,84%, Kabupaten Kupang 3,67%, Malaka, 1,08%, dan Rote Ndao, 5,50%, Kota Kupang sebesar 8,52%, Timor Tengah Selatan 2,27%, Manggarai Barat 21,33%, Flores Timur 20,60%, Ende 25,36, dan Alor 30,41%.

Untuk meningkatkan cakupan imunisasi MR, MUI Kota Kupang sudah turun ke lapangan membantu dinas kesehatan untuk mensosialisasikan Fatwa MUI Nomor 33 Tahun 2018 yang membolehkan penggunaan vaksin MR.

Baca Juga :  Kena PHK di Kalimantan, 89 Warga Belu Pulang Kampung

Dia berharap dengan sosialisasi yang terus dilakukan MUI, warga yang tadinya menolak vaksin, berbalik dan menerima vaksin. “Orang tua perlu mendukung imunisasi MR,” kata Muhammad. (gma)

Tags : #

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda