Home / Lingkungan / Butuh Dana Rp12,7 Miliar Atasi Kekeringan di NTT

Butuh Dana Rp12,7 Miliar Atasi Kekeringan di NTT

Ilustrasi Kekeringan
Ilustrasi Kekeringan

Bagikan Halaman ini

Share Button

 

Kupang–Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nusa Tenggara Timur (NTT) membutuhkan anggaran sebesar Rp12,7 miliar untuk penanggulangan bencana kekeringan pada musim kemarau tahun ini.

Kepala BPBD NTT Tini Thadeus mengatakan pihaknya telah mengirim proposal permintaan anggaran disertai bukti kondisi kekeringan di lapangan ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Sampai Jumat (8/9), 11 kabupaten telah melaporkan bencana kekeringan di daerahnya ke BPBD NTT. “Setiap kabupaten butuh anggaran capai Rp1 miliar kecuali Kabupaten Flores Timur butuh anggaran Rp1,7 miliar,” ujar Tini.

Anggaran sebesar itu akan dimanfaatkan untuk pengadaan air, tandon, jeriken, ember. Air diangkut menggunakan mobil tengki kemudian dipindahkan ke tandon yang diletakan di desa. Sedangkan jeriken dibagikan kepada warga sebagai wadah untuk mengambil air dari tandon ke rumah.

Baca Juga :  Terumbu Karang Indonesia Mampu Bertahan Terhadap El Nino

Dia menyebutkan bencana kekeringan yang dilaporkan kabupaten tersebut, tidak melanda seluruh desa dan kelurahan di kecamatan. “Antara 60-70 persen desa di satu kecamatan dilanda kekeringan,” ujarnya.

Selama pemerintah menunggu persetujuan permintaan anggaran yang disampaikan ke BNPB, menurut Tini, sejumlah pemerintah kabupaten yang dilanda kekeringan sudah mengirim air ke penduduk seperti di Kabupaten Sabu Raijua. Di daerah itu, pemerintah menyiapkan ratusan mobil tangki yang setiap hari mengisi air bersih untuk disalurkan kepada warga.

Sementara itu Kepala Stasiun Klimatolgi Lasiana Kupang, Apolinaris Samsudin Geru mengatakan peluang curah hujan di NTT akan terjadi pada dasarian I September 2017 masih rendah yakni berkisar antara 0-20 milimeter (mm) dengan peluang sebesar 90-100%.

Baca Juga :  48 Tokoh Adat Rote Ndao Jadi Pengawas Laut

Menurutnya wal musim hujan 2017/2018 pada 23 zona musim (ZOM) di NTT, diramalkan terjadi pada Oktober, November, dan Desember 2017. Pada Dasarian II Oktober 2017, musim hujan terjadi di wilayah Kabupaten Manggarai Barat bagian utara, Manggarai, Manggarai Timur, dan Ngada bagian utara.

Selanjutnya 12 ZOM awal musim hujan antara dasarian II – III November 2017 meliputi Manggarai Barat bagian barat dan tenggara, Manggarai bagian selatan, Manggarai Timur bagian selatan, Ngada bagian selatan dan tenggara, Nagekeo bagian tengah dan selatan Ngada bagian tengah, Ende bagian barat dan selatan. (mi/palce)

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda