Home / Humaniora / Bupati Sikka Dukung Progam Eliminasi Malaria

Bupati Sikka Dukung Progam Eliminasi Malaria

Foto: Lintasntt.com
Foto: Lintasntt.com

Bagikan Halaman ini

Share Button

Maumere–Bupati Sikka, Nusa Tenggara Timur Fransiskus Roberto Diogo mendukung program pengendalian malaria untuk mengejar percepatan eliminasi malaria pada 2023.

Bupati Fransiskus mengatakan itu saat bertemu tim advokasi malaria Pemerintah Provinsi NTT di Kantor Bupati Sikka, Rabu (19/6). Sejumlah langkah yang akan ditempuh bupati yakni menugaskan ribuan ASN yang sebelumnya dikirim ke dusun-dusun untuk melaporkan kasus-kasus malaria.

Seperti diketahui, Bupati Sikka menugaskan sekitar 1.500 aparatur sipil negara (ASN) ke seluruh dusun di daerah itu untuk mencatat seluruh persoalan yang sedang dihadapi masyarakat. Setiap dusun di Sikka dihuni antara 100-200 keluarga, akan ditangani dua orang ASN yang akan melakukan pendampingan terhadap program pemerintah yang ada di dusun tersebut.

“ASN itu informennya bupati. Mereka harus tahu secara detail persoalan di dusun dan melaporkan kepada bupati termasuk masalah kesehatan,” katanya di Maumere, ibu kota Kabupaten Sikka, Kamis (20/6).

Baca Juga :  Proyek Saluran Irigasi di Helabeik Diminta Dilanjutkan

Menurutnya, ASN juga wajib mencatat dan memahami situasi di masyarakat, kemudian melaporkannya kepada bupati melalui aplikasi yang dibuat khusus untuk para ASN. Laporan-laporan dari lapangan tersebut, langsung ditanggapi pemerintah daerah. “ASN harus mampu mengetahui, melakukan identifikasi serta memahami situasi masyarakat di wilayah tersebut,” tambah Bupati Fransiskus.

Menurut Dia, dusun yang menjadi tanggungjawab ASN, akan terus berjalan sampai ASN tesebut pensiun dari aparatur sipil negara.

Gerakan lain yang dilakukan pemerintah Kabupaten Sikka ialah melakukan kegiatan jumat bersih di delapan dusun yang masih ditemukan kasus malaria.  “Ada Danau Koliheret di Desa Watudiran di perbatasan Kecamatan Mapitara yang belum dibuka,” tambah Kadis Kesehatan Sikka dokter Maria Bernadina Sada Nenu

Baca Juga :  Rayakan Waisak, Umat Buddha Kupang Komit Jaga Kerukunan

Danau tersebut menjadi tempat perindukan nyamuk malaria. Karena itu, menurut dokter Maria, kebersihan lingkungan harus menjadi prioritas pemerintah dan masyarakat.

Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan NTT dokter Theresia Sarlyn Ralo menyebutkan malaria berkaitan dengan stunting, dan saat ini Provinsi NTT tercatat memiliki penduduk stunting terbanyak di Indonesia. “Penyebabnya asupan gizi kurang tetapi yang paling dominan adalah cacingan dan malaria. Kasus malaria di NTT nomor dua setelah Papua,” ujarnya.

Hadir pada pertemuan tersebut Kepala SeksiKepala Seksi Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Menular Dinas Kesehatan Provinsi NTT Joyce Tibuludji dan Kepala Seksi Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Menular Kabupaten Sikka dokter Harlin Hutauruk, serta perwakilan dari Yaspem Maumere. (gma)

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda