Home / Politik / Bupati Sabu Raijua: Isu Deparpolisasi Dihembuskan Orang-Orang Frustrasi

Bupati Sabu Raijua: Isu Deparpolisasi Dihembuskan Orang-Orang Frustrasi

Bupati Sabu Raijua Marten Dira Tome/Foto: Gamaliel
Bupati Sabu Raijua Marten Dira Tome/Foto: Gamaliel

Bagikan Halaman ini

Share Button

Kupang–Bupati Sabu Raijua Marthen Dira Tome mengatakan jalur independen dibuat oleh negara sehingga calon kepala daeerah yang maju lewat jalur tersebut bukan melakukan upaya deparpolisasi.

“Isu deparpolisasi datang dari orang-orang frustrasi, takut kalah dan takut tidak populer,” kata Marten di Kupang, Minggu (13/3).

Marten terpilih menjadi bupati Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur pada pilkada serentak 2016 melalui jalur independen.

Pasangan Marten Dira Tome-Nikodemus Rihi Rehe mengumpulkan 37.000 dukungan kartu tanda penduduk (KTP) dari 52.000 pemilih. Di Pilkada, pasangan ini meraih suara terbanyak yakni 23.912 suara atau 59,26 persen dari suara sah

Marten mengatakan jalur independen ditetapkan oleh negara. Karena itu, calon kepala daerah juga berhak maju lewat jalur independen. Selain itu, Marten mengaku maju lewat jalur independen karena dorongan masyarakat. Banyak warga di sana rela dan senang mengumpulkan KTP.

Baca Juga :  Ribuan Massa Jemput Bupati Marthen Dira Tome

Hal yang sama terjadi terjadi pada Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yang maju lagi pada Pilkada 2017.
“Saya tidak pernah membeli KTP, bertemu orang di desa-desa dikasih KTP, di jalan orang menyetop mobil hanya mau menyerahkan KTPnya,” ujarnya.

Karena itu menurut Marthen, pernyatan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang menyebutkan dalam fatsun agama diajarkan larangan meminta-minta dan mengejar jabatan merupakan pernyataan sesat. “Saya mau kasih pencerahan kepada Wali Kota Surabaya agar tidak menyalahkan negara (karena membuat aturan jalur independen),” ujarnya.

Menurutnya, tidak pernah ada upaya deparpolisisai. Sebaliknya partai politik harus berjuang untuk mendukung kandidat yang maju lewat jalur independen. “Kenapa memaksa kandidat harus maju lewat jalur partai politik?,” kata Dia.

Baca Juga :  Ada Kejanggalan Penetapan Tersangka Bupati Sabu Raijua

Dia menyarankan Partai politik berjuang agar bisa mencari kandidat lain yang lebih populer yang bersedia maju lewat jalur Parpol. (gma/MI)

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda