Home / Bisnis / BUMDes Binaus Beri Solusi Air Bersih

BUMDes Binaus Beri Solusi Air Bersih

BUMDes Aneotob Desa Binaus
BUMDes Aneotob Desa Binaus

Bagikan Halaman ini

Share Button

So’e—Desa Binaus di Kecamatan Mollo Tengah, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur (NTT), bukanlah desa miskin.

Potensi Binaus lumayan besar. Dari enam desa di Mollo Tengah, hanya Binaus yang memiliki sampai lima mata air.

Selain itu, produksi asam mencapai 100 ton dan kemiri 80 ton per tahun. Hampir seluruh penduduk bekerja di ladang sekaligus beternak sapi.

Setiap pagi dan petang, orang tua dan anak-anak berjalan kaki sambil membawa jeriken atau ember mengambil air ke sumber-sumber air yang terletak di kali.

Mereka berjalan menurun, dan pulang dengan beban air di pundak. Karena tertarik melihat potensi itu, pengusaha dari kawasan perkotaan kerap datang ke Binaus untuk mengambil air bersih.

Warga pun mulai terbiasa membeli air dari mobil tangki dengan pertimbangan lebih praktis.

Baca Juga :  Bulog NTT Lakukan Penyerapan Beras di Lembor

“Kami sakit hati karena pengusaha mengambil air dari desa kami kemudian menjualnya kembali ke warga,” kata Kepala Desa Binaus Nahor Tasekeb.

Keprihatinan itu kemudian melahirkan Badan Usaha Milik Desa (BUM-Des) Aneotob, Desa Binaus, pada 2013. Usaha pertama mereka ialah menjual air ke pengusaha seharga Rp30 ribu per tangki ukuran 5.000 liter.

Di samping itu, air dari bak penampung utama dialirkan ke tujuh bak penampung yang dibangun di dua dusun.

Dengan membayar iuran Rp20 ribu per bulan ke BUM-Des, warga bisa mendapatkan air untuk kebutuhan hidup.

Pada tahun depan beberapa bak penampung akan dibangun di satu dusun lagi yang belum kebagian air bersih. “Setelah jaringan pipa selesai dibangun, pengelolaannya diserahkan ke BUM-Des,” ujarnya.

Baca Juga :  Pengunjung Water Park Kupang Capai 2.000 Orang Per Hari

Nahor mengaku BUM-Des ingin bisa menyuplai air bersih ke kota menggunakan mobil. Apalagi, saldo kas BUM-Des pada November 2016 hanya Rp4,2 juta.

Kini, BUM-Des Aneotob telah memiliki berbagai usaha, seperti bengkel, loket penjualan pulsa, serta penyediaan tenda, kursi, dan sound system. “Kendala kami tidak punya mobil pikap untuk mengangkut tenda ke tempat pesta di desa lain,” ujarnya.

Kabid Usaha Ekonomi, Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Kabupaten Timor Tengah Selatan Ardi Benu mengatakan BUM-Des Aneotob menjadi pilot project pendirian BUM-Des di desa lain.

“Kami ingin studi banding ke daerah lain untuk meningkatkan pengetahuan pengelolan BUM-Des agar menjadi penggerak perekonomian di desa,” kata Ardi. (media indonesia/palce amalo)

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda