Home / Bisnis / Bulog Divre NTT Serap Beras Petani 900 Ton

Bulog Divre NTT Serap Beras Petani 900 Ton

Kepala Bulog Divre NTT Efdal  MS/Foto: Lintasntt.com
Kepala Bulog Divre NTT Efdal MS/Foto: Lintasntt.com

Bagikan Halaman ini

Share Button

Kupang–Bulog Devisi Regional (Divre) Nusa Tenggara Timur (NTT) mencatat serapan beras petani Januari-Juli 2017 sebanyak 900 ton atau  6% dari target selama 2017 sebanyak 13.950 ton.

Angka itu juga masih di bawah serapan beras petani NTT selama 2016 yang hanya mencapai 12% dari target 15.000 ton.

Kepala Bulog Divre NTT Efdal MS mengatakan rendahnya serapan beras disebabkan petani memilih menyimpan hasil panen mereka untuk kebutuhan makan. “Sebagian besar petani menyimpan hasil panen mereka untuk kebutuhan sehari-hari. Lahan sawah yang digarap pun tidak terlalu banyak,” katanya kepada wartawan, Jumat (7/7).

Selain itu harga beras di sejumlah daerah beras kualitas medium sebesar Rp9.000 per kilogram (kg), lebih tinggi dari harga pembelian pemerintah (HPP) sebesar Rp7.300 per kg.

Kondisi seperti itu menurut Efdal tidak menganggu penyerapan beras karena Bulog juga membeli beras dengan harga Rp7.500 per kg sampai Rp7.800 per kg untuk beras kualitas premium.

Baca Juga :  Nissin Biscuit Ajak konsumen Eksis dan Jalan-Jalan Ke Amerika

Menurut Dia serapan beras masih akan bertambah karena saat ini tiga sentra produksi beras di NTT yakni Kabupaten Rote Ndao, Manggarai, dan Manggarai Barat panen raya. “Prediksi kita serapan beras akan mencapai target tahun ini, bahkan bisa lebih dari target,” ujarnya.

Kendati serapan beras masih rendah, Efdal minta warga tidak perlu khawatir karena pasokan beras dari daerah lain ke daerah ini lancar. Selama ini, kekurangan beras di NTT dipasok dari sejumlah daerah yakni Nusa Tenggara Barat, Jawa Timur, dan Sulawesi Selatan.

“Stok beras di gudang saat ini cukup untuk kebutuhan enam bulan ke depan, beras dari daerah lain akan masuk,” katanya.

Baca Juga :  Liburan Murah ke Yogyakarta ketika “Weekend”

Sementara itu puluhan camat dan lurah di Kota Kupang mendatangi gudang beras Bulog di Kelurahan Alak, Kota Kupang sekitar pukul 11.00 Wita. Kedatangan mereka untuk mengecek kualitas beras bulog sebelum dibagikan ke masyarakat.

Kepala Dinas Sosial Kota Kupang Felisberto Amaral mengatakan para pimpinan kelurahan dan kecamatan diundang untuk melihat kualitas beras karena sebelumnya ditemukan 600 karung beras bulog yang diterima masyarakat dalam kondisi rusak.

Mereka juga diminta memilih sendiri beras yang akan disalurkan sebagai beras rastra untuk ribuan keluarga di Kota Kupang. “Kami minta warga mengecek kualitas beras saat menerima beras di kantor lurah. Jika beras tersebut rusak, silahkan kembalikan nanti diganti beras baru,” kata Amaral. (sumber: mi/palce)

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda