Home / Nasional / BPS Target Partisipasi SP 2020 Online Capai 20%

BPS Target Partisipasi SP 2020 Online Capai 20%

Foto: lintasntt.com
Foto: lintasntt.com

Bagikan Halaman ini

Share Button

Kupang–Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Nusa Tenggara Timur (NTT) Maritje Pattiwaelapia menyebutkan target partisipasi penduduk mengunakan metode Sensus Penduduk (SP) 2020 Online secara nasional mencapai 20%.

Jika target itu tercapai, BPS akan menghemat anggaran yang sangat besar dari total anggaran sensus sebesar Rp7 triliun.

“Kalau masyarakat sudah bisa melakukan pendataan mandiri, tidak perlu cetak dokumen, bayar petugas pengolahan data dan juga tidak perlu ada petugas untuk melakukan pengawasan,” kata Maritje saat berbicara dalam kegiatan ‘Expose Data Pariwisata dan Perannya dalam Perekonomian NTT’ di Kupang, Selasa (24/9).

Sensus penduduk online akan digelar mulai Februari-Juni 2020 dengan cara mengisi kuisioner lewat link https://sensus.bps.go.id. Warga yang belum mengisi kuisioner secara online akan didatangi petugas secara door to door (dari rumah ke rumah) untuk melakukan pencacahan.

Baca Juga :  Pesawat Lion Air JT693 Selesai Diperbaiki

Petugas BPS akan mengunakan Computer Assisted Personal Interview (Capi) maupun Paper And Pencil Interviewing (Papi). “Untuk Capi, bisa pakai handphone dan tape recorder,” ujarnya.

Untuk Nusa Tenggara Timur, menurut Dia, pencacahan dengan metode Capi masih terbatas di lima kabupaten, sedangkan kabupaten lainnya mengunakan metode Papi. Lima kabupaten itu ialah Kota Kupang, Timor Tengah Selatan, Ngada, Lembata, dan Manggarai.

Dia mengatakan sensus penduduk online tersebut pertama kali digunakan di Indonesia, namun negara lain seperti Australia sudah lama melakukan survei penduduk online.

Warga yang akan mengupdate data secara online, akan menjawab beberapa pertanyaan simpel seperti nama, alamat, pekerjaan, tempat tinggal, dan nama sekolah.

Baca Juga :  Kabupaten Alor Gelar Expo IX dan Karnaval

Dia menambahkan, basis data survei penduduk menggunakan data kependudukan (Dukcapil), petugas BPS akan memperbaharui data kependudukn tersebut mengunakan nomor induk kependudukan (NIK). (sumber: media indonesia)

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda