Home / Humaniora / BPJS Putuskan Kerjasama dengan RS Siloam Kupang

BPJS Putuskan Kerjasama dengan RS Siloam Kupang

Pasien di RS Siloam/Foto: Llintasntt.com
Pasien di RS Siloam/Foto: Llintasntt.com

Bagikan Halaman ini

Share Button

Kupang–Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan melakukan pemutusan kerjasama dengan Rumah Sakit (RS) Siloam Kupang karena rumah sakit tersebut dinilai melakukan kesalahan.

Pemutusan kerjasama mulai berlaku 1 Januari 2018. Padahal Siloam merupakan rumah sakit tipe B dan menjadi salah satu rumah sakit rujukan di NTT.

Kepala Ombudsman Nusa Tenggara Timur (NTT) Darius Beda Daton mengatakan hal itu seusai menghadiri pertemuan bersama perwakilan BPJS, Rumah Sakit Siloam, Rumah Sakit WZ Johannes dan ruang rapat Komisi V DPRD NTT, Kamis (28/12/2017).

“Dokter ahli urologi dan peralatannya hanya ada di Siloam. Jika kerjasama dihentikan, bagaimana nasib pasien hemodialisa, bedah saraf dan urologi,” ujarnya.

Darius mengatakan dalam pertemuan tersebut, Kepala BPJS Kesehatan Kupang Subhkan bersedia meninjau kembali pemutusan kerjasama, namun kebijakan tersebut bukan diikeluarkan BPJS Kupang, melainkan direksi BPJS Kesehatan.

Baca Juga :  Jelang Ramadan, Jam Operasi THM di Kota Kupang Dibatasi

Ada tiga poin yang disepakati dalam pertemuan bersama DPDR yakni BPJS meninjau ulang keputusan penghentian kerjasama, RS Siloam membenahi pelayanan administrasi dan fisik bangunan kamar, dinas kesehatan memfasilitasi kedua pihak sehingga kerjsama kembali dilanjutkan.

Sementara itu, Direktur RS WZ Johannes Kupang dokter Dominggus Mere mengatakan rumah sakit pemerintah itu siap menampung 75 pasien hemodialisa peserta BPJS yang selama ini berobat di Siloam. Sedangkan pasien hemodialisa yang dirawat di RS Johannes berjumlah 119 orang.

Bertambahnya pasien hemodialisa di RS Johannes mengakibatkan pelayanan ditambah menjadi empat shift dari selama ini tiga shift. Padahal petugas kesehatan yang memiliki sertifikat pelayanan hemodialisa hanya sembilan orang.

Baca Juga :  Gerson Poyk Ingin Pulang Kampung Menanam Jagung

“Ada empat persoalan yang akan timbul yaitu tidak ada waktu istirahat petugas, keterbatasan kemampuan mesin, keterbatasan produksi air dan cuci darah, dan stabilitas listrik,” kata Darius.

Karena itu, Dia minta persoalan yang terjadi antara RS Siloam dan BPJS Kesehatan segera diatasi sehingga tidak merugikan masyarakat NTT. (gma/mi)

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda